Menteri Hukum Dorong Tata Kelola Royalti Digital Transparan dan Berpihak pada Kreator
Menteri Hukum Supratmana Andi Agtas menekankan pentingnya tata kelola royalti digital yang transparan dan adil bagi musisi serta kreator di Indonesia, menyoroti peran strategis platform digital dan kebutuhan penguatan LMKN.
Menteri Hukum, Supratmana Andi Agtas, baru-baru ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan tata kelola royalti yang lebih transparan dan berpihak pada para kreator. Penegasan ini disampaikan dalam audiensi dengan Vice President Global Head of Government Affairs and Public Policy YouTube di Jakarta. Audiensi tersebut membahas pentingnya sistem yang adil bagi musisi dan performer Indonesia.
Supratmana menyoroti bahwa tantangan utama saat ini bukan terletak pada platform digital, melainkan pada sistem pengelolaan dan distribusi royalti. Ia secara khusus menyoroti transparansi Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dalam proses pendistribusian royalti. Pemerintah berupaya memperbaiki sistem ini demi keadilan bagi para pemilik hak cipta.
Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (27/1) ini juga menggarisbawahi peran strategis platform digital seperti YouTube. Pemerintah melihat YouTube sebagai mitra penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional dan para kreator. Upaya perbaikan tata kelola royalti digital terus dilakukan melalui penguatan fungsi LMKN dan pembangunan basis data lagu nasional.
Tantangan Transparansi LMKN dan Peran Platform Digital
Menteri Hukum Supratmana Andi Agtas secara tegas menyatakan bahwa transparansi dan tata kelola LMKN menjadi kunci utama dalam pendistribusian royalti. Pemerintah berkomitmen memperkuat pengawasan untuk memastikan pembagian royalti yang jelas dan adil. Hal ini bertujuan untuk melindungi hak-hak ekonomi para kreator dan musisi di era digital.
Platform digital, termasuk YouTube, dianggap sebagai mitra strategis dalam ekosistem kreatif Indonesia. Supratmana menekankan bahwa pemerintah tidak melihat platform sebagai masalah, melainkan sebagai bagian dari solusi. Kolaborasi dengan platform digital sangat penting untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan industri.
Dalam upaya perbaikan sistem, Kementerian Hukum mendorong pemungutan hak mekanikal digital dilakukan melalui satu pintu di LMKN. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi dalam proses pengumpulan serta penyaluran royalti. Selain itu, pembangunan database lagu nasional juga menjadi prioritas untuk menyempurnakan sistem distribusi royalti di Indonesia.
Perlindungan Hak Cipta di Era Kecerdasan Buatan
Era digital dan kecerdasan buatan (AI) membawa tantangan baru dalam perlindungan hak cipta. Isu-isu seperti tanggung jawab platform, penggunaan wajar, monetisasi konten, serta perlindungan hak kreator menjadi semakin kompleks. Fenomena seperti voice cloning dan perlindungan kemiripan identitas (likeness rights) juga memerlukan perhatian khusus.
Indonesia berkomitmen kuat untuk memperkuat perlindungan hak cipta di tengah perkembangan teknologi ini. Pemerintah tengah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Hak Cipta yang relevan dengan kondisi saat ini. Selain itu, regulasi terkait AI, voice cloning, dan perlindungan hak atas kemiripan identitas juga sedang disusun.
Menteri Hukum Supratmana menegaskan bahwa inovasi teknologi harus tetap berkembang tanpa mengorbankan hak ekonomi dan reputasi kreator. Kebijakan ini bertujuan menciptakan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan perlindungan hak kekayaan intelektual. Dengan demikian, ekosistem kreatif dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
Kolaborasi Strategis untuk Ekosistem Kreatif Berkelanjutan
Kementerian Hukum mengapresiasi peran YouTube dalam mendukung kreator Indonesia. Menteri berharap kerja sama dapat diperluas ke berbagai bidang. Area kolaborasi meliputi edukasi hak cipta, peningkatan nilai royalti, perlindungan anak di ruang digital, serta penguatan LMKN melalui kerja sama berkelanjutan.
Vice President Global Head of Government Affairs and Public Policy YouTube, Leslie Miller, menegaskan komitmen perusahaannya. YouTube mendukung kreator di Indonesia dan global untuk menciptakan ekosistem kreatif yang berkelanjutan. Mereka memahami pentingnya transparansi, remunerasi yang adil, serta manajemen hak yang efektif.
Leslie Miller menyatakan YouTube siap berkolaborasi dengan otoritas Indonesia dan pemangku kepentingan, termasuk LMKN. Tujuannya adalah memastikan kerangka hak cipta yang seimbang dan bertanggung jawab. Indonesia merupakan pasar penting bagi YouTube, dan mereka menyambut baik keterlibatan dalam isu AI, keamanan daring, dan perlindungan anak.
Sumber: AntaraNews