Mentan Ungkap 2 Hal Menarik di Balik Impor Beras Ilegal 250 Ton
Amran mengungkapkan bahwa menurut risalah rapat, pejabat dari Kementerian Pertanian dan Bappenas telah menolak rencana impor.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan adanya dugaan ketidakberesan terkait masuknya 250 ton beras impor ilegal melalui Pelabuhan Sabang, Aceh. Ia menyatakan bahwa sejumlah prosedur impor tidak mengikuti ketentuan yang berlaku dan ada indikasi bahwa proses tersebut sudah berlangsung sebelum mendapatkan persetujuan resmi.
Amran menjelaskan bahwa pada 14 November 2025, telah diadakan rapat koordinasi mengenai impor di Jakarta. Namun, dalam risalah rapat tersebut, pejabat dari kementerian terkait dan Bappenas dinyatakan menolak rencana impor itu. Meskipun demikian, proses impor tetap dilanjutkan.
"Ada yang menarik, rapatnya di Jakarta, minta Rakor (rapat koordinasi), belum ada persetujuan. Kami tanya Dirjen, kami tanya Deputi Bappenas, apakah Anda menyetujui? Ternyata dalam risalahnya menolak, tapi tetap dilakukan," kata Amran dalam konferensi pers, Minggu (23/11/2025).
Ia juga menyoroti bahwa dokumen izin impor dari Thailand dikatakan sudah terbit sebelum rapat tersebut berlangsung.
"Rapatnya tanggal 14 di Jakarta, tetapi izinnya dari Thailand ini sudah keluar. Berarti ini sudah direncanakan, memang sudah direncanakan," ujarnya.
Amran juga menanggapi argumen yang menyatakan bahwa beras dari Thailand dan Vietnam harganya lebih murah. Ia berpendapat bahwa hal tersebut disebabkan oleh Indonesia yang menghentikan impor dalam beberapa waktu terakhir, sehingga memengaruhi dinamika harga di pasar internasional.
"Ada yang mengatakan, 'Iya Pak, karena harga beras Thailand, Vietnam itu murah.' Iya, memang murah karena Indonesia tidak mengimpor beras," ucapnya.
2 Tahun Terakhir Indonesia Impor 7Jjuta Ton Beras dan Jagung
Amran menyatakan bahwa dalam dua tahun terakhir, Indonesia telah melakukan impor lebih dari 7 juta ton beras dan jagung dengan total nilai sekitar Rp100 triliun. Saat ini, pemerintah menjamin bahwa stok beras nasional berada dalam kondisi aman.
“Bahkan diperkirakan akhir tahun itu adalah stok tertinggi,” kata Amran. Selain informasi yang diperoleh dari Sabang, Amran juga mendapatkan laporan awal mengenai dugaan masuknya beras ilegal melalui Batam. Namun, ia menekankan bahwa informasi tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
“Bahkan, sesuai laporan kami, kami sementara baru telepon Kapoldanya, juga di Batam ada yang masuk, tetapi itu belum bisa dipastikan. Tapi yang pasti adalah dari Sabang, Aceh,” ujarnya. Dengan adanya laporan ini, diharapkan langkah-langkah pencegahan dapat segera diambil untuk menjaga kestabilan pasokan beras di Indonesia.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3404523/original/023925300_1616044455-210318_content_spesial__5_Negara_Pemasok_Beras_Terbesar_ke_RIl_P.jpg)