Bantahan Kemenko Pangan Dikabarkan Terbitkan Izin Impor Beras ke Sabang
Tatang menekankan bahwa keputusan itu telah dibahas dalam rapat koordinasi teknis eselon I pada 14 November 2025.
Kementerian Koordinator Bidang Pangan menegaskan tidak pernah memberikan izin atas masuknya 250 ton beras impor ke Sabang, Aceh. Penegasan ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan, Tatang Yuliono, menyusul beredarnya informasi mengenai masuknya beras asal Thailand ke wilayah tersebut.
Tatang menekankan bahwa keputusan itu telah dibahas dalam rapat koordinasi teknis eselon I pada 14 November 2025, di mana kondisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Aceh disebut sangat mencukupi.
"Total stok CBP di Bulog Kanwil Aceh mencapai 94.888 ton. Jumlah tersebut mencukupi kebutuhan Aceh hingga awal 2026, sehingga tidak ada urgensi untuk melakukan impor beras," ujar Tatang.
Kemenko Pangan Tegas Tolak Rencana Importasi
Ia menambahkan bahwa dalam rapat tersebut, Kemenko Pangan tegas menyatakan tidak menyetujui rencana importasi. Menurutnya, rapat digelar sebagai langkah mitigasi setelah adanya informasi mengenai pergerakan beras dari Thailand menuju Sabang.
"Rapat koordinasi teknis dilakukan secara responsif setelah kami mengetahui adanya pergerakan beras impor tersebut. Namun Kemenko Pangan tidak pernah memberikan persetujuan impor," tegasnya.
Hingga kini, Kemenko Pangan masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menelusuri masuknya beras impor tersebut dan memastikan kebijakan perberasan nasional tetap sesuai dengan kebutuhan serta kondisi stok dalam negeri.