FOTO: NTB Diproyeksikan Jadi Pilar Jagung dan Bawang Putih Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai Nusa Tenggara Barat memiliki peran strategis dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan peran strategis Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mendukung program swasembada pangan nasional periode 2026–2030. NTB dinilai memiliki potensi besar sebagai sentra pengembangan jagung dan bawang putih sekaligus basis pengembangan industri pakan ternak nasional. Penilaian tersebut didasarkan pada ketersediaan lahan, keunggulan agroklimat, serta kesiapan daerah untuk masuk ke tahap hilirisasi pertanian.
NTB tercatat memiliki potensi lahan bawang putih seluas sekitar 7.750 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten, dengan Lombok Timur sebagai wilayah berpotensi terbesar, diikuti Lombok Utara, Bima, Sumbawa, dan Lombok Tengah. Data potensi tersebut menjadi dasar penetapan target tanam, produksi, serta arah kebijakan pemerintah pusat menuju swasembada bawang putih.
Dalam kunjungan kerja ke kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin (09/02/2026) Menteri Pertanian menekankan pentingnya percepatan kerja di lapangan agar penetapan NTB sebagai wilayah strategis tidak berhenti pada perencanaan. Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk meninjau fasilitas perbenihan bawang putih serta berdialog dengan petani, penyuluh pertanian lapangan, dan pemerintah daerah.
Keberhasilan swasembada pangan dinilai sangat bergantung pada penguatan peran sumber daya manusia pertanian, terutama penyuluh pertanian lapangan, dalam mendampingi petani dan mendorong peningkatan produktivitas. Pemanfaatan lahan tidur dan penguatan partisipasi generasi muda menjadi bagian dari upaya tersebut.
Bawang putih diposisikan sebagai komoditas strategis nasional yang perlu dikelola secara serius dan terukur untuk menekan ketergantungan impor dan memperkuat produksi dalam negeri. Peningkatan produktivitas menjadi salah satu fokus utama agar potensi lahan yang tersedia dapat memberikan hasil optimal dan berkelanjutan. Penguatan peran NTB sejalan dengan kebijakan nasional yang menempatkan swasembada pangan sebagai agenda strategis pemerintah.
Dalam kerangka tersebut, Kementerian Pertanian memastikan dukungan penuh melalui penyediaan sarana produksi, termasuk benih, serta pendampingan teknis di lapangan.Selain bawang putih, jagung tetap menjadi komoditas utama pertanian NTB yang pengembangannya terus dikawal secara berkelanjutan.
Pemerintah juga mendorong pembangunan industri pakan ternak di daerah sebagai bagian dari strategi hilirisasi jagung untuk meningkatkan nilai tambah dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani.Keberadaan industri pakan ternak diharapkan mampu menyerap hasil panen jagung, memperkuat keterkaitan antara sektor tanaman pangan dan peternakan, serta menciptakan rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan.