Dukungan Penuh DPD RI untuk Mentan Amran Sulaiman: Swasembada Beras Tercapai dalam 6 Bulan!
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menyatakan dukungan penuh kepada Mentan Amran Sulaiman atas capaian swasembada beras 6 bulan dan upaya mengangkat derajat pertanian Indonesia.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Tamsil Linrung, secara tegas menyatakan dukungannya kepada Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Dukungan ini diberikan atas berbagai upaya Mentan Amran Sulaiman dalam mengangkat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Tamsil Linrung di Jakarta pada Sabtu (27/9), menyoroti kepemimpinan Mentan yang dinilai berhasil membawa perubahan signifikan. Menurutnya, "Sentuhan kepemimpinan Amran (Menteri Pertanian) tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menaikkan kesejahteraan petani serta menempatkan sektor pertanian sebagai motor utama perekonomian daerah."
Dukungan ini semakin menguat saat Tamsil Linrung turut serta dalam acara tanam jagung serentak bertajuk "Senator Peduli Ketahanan Pangan" bersama Mentan Amran Sulaiman di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Acara ini menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Peran Strategis Jagung dan Kolaborasi Nasional
Tamsil Linrung menekankan pentingnya jagung sebagai komoditas strategis dalam mendukung target satu juta hektare lahan tanam yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. "Jagung merupakan komoditas strategis. Selain sebagai pangan dan pakan, hilirisasi jagung menghasilkan biofuel," ujarnya, membuka peluang ekonomi baru bagi petani.
Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia timur dikenal luas sebagai sentra penghasil jagung utama. Provinsi Sulawesi Selatan bahkan menempati posisi kedua terbesar dalam produksi jagung nasional, hanya setelah Jawa Timur. Potensi besar ini menjadi landasan kuat untuk pengembangan lebih lanjut sektor pertanian.
Wakil Ketua DPD Bidang Ekonomi dan Pembangunan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara DPD RI dan Kementerian Pertanian merupakan langkah krusial. "Kolaborasi DPD dengan Kementerian Pertanian merupakan upaya kita meningkatkan produksi jagung Indonesia agar berada di tiga besar dunia," ujarnya, menunjukkan ambisi besar untuk pertanian Indonesia.
Kebijakan Berpihak dan Peningkatan Kesejahteraan Petani
Mentan Amran Sulaiman dinilai berhasil menerjemahkan visi Presiden Prabowo Subianto melalui berbagai program Kementerian Pertanian yang melibatkan usaha lokal. Kebijakan ini menciptakan efek ganda yang signifikan, mengubah pandangan terhadap sektor pertanian yang sebelumnya sering dipandang sebelah mata.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi 123 pada Agustus 2025, sebuah indikator positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Kenaikan NTP ini menjadi bukti nyata bahwa kebijakan yang berpihak mampu mengangkat derajat petani dan pelaku usaha pertanian.
"Berkat kebijakan yang berpihak, sektor pertanian menciptakan efek ganda. Yang dulu dipandang sebelah mata, kini menjadi motor perekonomian daerah. Derajat petani dan pelaku usaha pertanian, terangkat karena sentuhan Pak Mentan,” kata Tamsil Linrung, menyoroti dampak positif dari kepemimpinan Mentan Amran Sulaiman.
Swasembada Beras dan Fondasi Ketahanan Pangan
Tamsil Linrung juga menyoroti pangan sebagai fondasi peradaban dan syarat kedaulatan bangsa, terutama di tengah krisis global seperti pandemi, konflik geopolitik, perubahan iklim, dan disrupsi rantai pasok. Visi besar Astacita Presiden Prabowo dianggap sebagai jawaban atas ancaman global ini, menegaskan sikap berdaulat Indonesia.
Mentan Amran Sulaiman memaparkan sejumlah capaian Kementerian Pertanian, dengan swasembada beras sebagai salah satu prestasi spektakuler. "Awalnya Bapak Presiden memberikan target kepada kami 4 tahun, lalu berubah menjadi 3 tahun, dan terakhir kami diberi target 1 tahun. Alhamdulillah, swasembada beras berhasil kita capai dalam 6 bulan," ungkap Amran.
Pencapaian swasembada beras dalam waktu singkat ini merupakan lompatan sejarah bagi Indonesia, diperkuat dengan kebijakan penghentian impor beras. Kebijakan tersebut semakin menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap petani dan komitmen serius dalam menjaga ketahanan pangan nasional. "Presiden dengan bangga menyampaikan kepada dunia, sukses Indonesia dalam swasembada beras. Ekspresi syukur tersebut bahkan diwujudkan dengan memberikan bantuan beras 10.000 ton ke Palestina," tambah Tamsil Linrung.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, Mentan Amran Sulaiman juga membagikan benih jagung, pupuk, dan alat pertanian kepada sejumlah kepala daerah yang hadir. Penanaman dan pembagian benih jagung ini dilakukan serentak di empat provinsi, termasuk Sulawesi Selatan, Bengkulu, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Tengah, melibatkan berbagai pihak termasuk 36 anggota DPD dan gubernur.
Sumber: AntaraNews