Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Tamsil Linrung, menyatakan dukungan penuh terhadap **transformasi pertanian** yang sedang digalakkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Dukungan ini disampaikan sebagai langkah strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan di masa depan. Pernyataan tersebut disampaikan Tamsil dalam Upacara Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-69 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan.
Menurut Tamsil, kebijakan yang dijalankan Kementan di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah membawa perubahan nyata. Program **transformasi pertanian** ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga pada kesejahteraan para petani di seluruh Indonesia. Tamsil menilai terobosan ini patut menjadi contoh bagi pemerintah daerah.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman sendiri menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun pertanian yang lebih baik dan berkeadilan. Ia optimis bahwa Indonesia sedang menuju capaian swasembada pangan dalam waktu dekat, berkat upaya **transformasi pertanian** yang masif. Capaian ini didukung oleh berbagai program strategis serta kolaborasi lintas sektor yang kuat.
Advertisement
Advertisement
Tamsil Linrung, Wakil Ketua DPD RI, secara eksplisit memuji kinerja Kementan di bawah kepemimpinan Mentan Amran Sulaiman. Ia menyebut bahwa "Yang dilakukan Pak Menteri Amran (Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman) merupakan terobosan luar biasa dalam mentransformasi sektor pertanian Indonesia." Pernyataan ini menunjukkan apresiasi terhadap inovasi dan kebijakan yang telah diterapkan dalam upaya **transformasi pertanian**.
Tamsil juga menyoroti dampak positif dari gebrakan di sektor pertanian yang telah membawa perubahan nyata. Produksi pertanian diklaim tetap terjaga, sementara kesejahteraan petani terus menunjukkan peningkatan signifikan. "Saya rasa ini perlu ditiru oleh pemerintah daerah bagaimana dengan anggaran yang ada bisa produktif dan memberikan hasil nyata,” ujar Tamsil, menekankan pentingnya efisiensi anggaran dalam mendukung **transformasi pertanian**.
Pandangan ini diperkuat oleh Mentan Amran yang menyatakan bahwa petani kini merasakan langsung peningkatan kesejahteraan. "Alhamdulillah sesuai data BPS (Badan Pusat Statistik) kesejahteraan petani sudah meningkat. Petani merasakan sekarang," ujar Mentan. Ia juga mengutip Tamsil Linrung yang menyebutkan bahwa petani "bahagia di pemerintahan sekarang" berdasarkan hasil kunjungan DPD, sebuah indikasi keberhasilan **transformasi pertanian**.
Advertisement
Advertisement
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan berbagai capaian penting di sektor pertanian yang menjadi indikator keberhasilan **transformasi pertanian**. Salah satu pencapaian menonjol adalah stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai rekor tertinggi dalam 57 tahun terakhir, yakni 4,2 juta ton. Angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.
Selain itu, sektor pertanian juga menunjukkan kontribusi positif terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Indikator lain yang menunjukkan peningkatan adalah Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 123,57. Capaian ini menjadi bukti nyata dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan taraf hidup petani melalui **transformasi pertanian**.
Mentan Amran menilai bahwa semua capaian tersebut merupakan hasil dari kolaborasi erat antara berbagai elemen bangsa. Kolaborasi ini melibatkan petani, pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN Pangan, hingga dukungan dari TNI-Polri. "Alhamdulillah dengan doa seluruh rakyat dan petani Indonesia, kita sedang menuju capaian swasembada pangan. Insya Allah dalam tiga bulan ke depan, bila tidak ada aral melintang, kita bisa umumkan bahwa Indonesia sudah swasembada,” katanya, menegaskan dampak positif dari **transformasi pertanian**.
Advertisement
Advertisement
Kementerian Pertanian terus mengakselerasi sejumlah program strategis untuk mendukung visi swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan melalui **transformasi pertanian**. Program-program ini mencakup cetak sawah baru, optimalisasi lahan yang belum termanfaatkan secara maksimal, serta program pompanisasi untuk pengairan. Perbaikan infrastruktur pengairan juga menjadi fokus utama, bersama dengan pengembangan padi gogo yang adaptif.
Di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, berbagai kebijakan propetani juga digalakkan untuk memberikan dukungan lebih lanjut pada **transformasi pertanian**. Kebijakan tersebut antara lain penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah yang menguntungkan petani, yaitu sebesar Rp6.500 per kilogram. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan pendapatan petani.
Selain HPP, pemerintah juga menambah kuota pupuk bersubsidi dan mempermudah penyalurannya kepada petani. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. "Mimpi besar kita adalah Indonesia menjadi lumbung pangan. Jadi, kita perlu bangkit bersama untuk mendorong pertanian kita lebih produktif dan mempunyai nilai tambah agar ekonomi kita kuat dan petani kita sejahtera,” kata Mentan Amran, menekankan pentingnya sinergi nasional dalam mewujudkan **transformasi pertanian**.
Advertisement
Sumber: AntaraNews