Kementan Siapkan Rp5 Triliun untuk Beli Satu Juta Ton Jagung Petani
Mentan menekankan pentingnya harga jagung di tingkat petani agar tetap terjaga sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri panen raya jagung di Desa Bolli, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Jumat (16/5). Dalam kesempatan tersebut, Mentan menegaskan komitmen pemerintah menyerap hasil panen jagung petani melalui anggaran Rp5 triliun.
“Pemerintah telah mengucurkan anggaran Rp5 triliun untuk pembelian 1 juta ton jagung dari petani, dengan harga pembelian Rp5.500 per kilogram,” ujar Amran.
Mentan menekankan pentingnya harga jagung di tingkat petani agar tetap terjaga sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional.
“Ketahanan pangan itu identik dengan ketahanan negara. Kita harus jaga harga di tingkat petani, karena mereka adalah ujung tombak bangsa,” sambungnya.
Produksi Jagung dan Padi Tertinggi Sepanjang Sejarah
Amran mengungkapkan, produksi jagung nasional meningkat 39 persen, sementara produksi padi melonjak 52 persen dibanding tahun sebelumnya. Ia menyebut capaian ini sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
“Indonesia mencatatkan sejarah baru dalam produksi pangan tahun ini,” jelasnya.
Ia menyampaikan, apresiasi atas dukungan Kapolri terhadap program pangan nasional, terutama yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolri yang telah mendukung gagasan Presiden untuk peningkatan ketahanan pangan,” ujar Amran.
Panen Serentak Nasional dan Penambahan Gudang Standar Bulog
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan dukungannya terhadap program Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo. Ia menilai kegiatan panen raya sebagai bentuk nyata mendukung kemandirian dan ketahanan pangan nasional.
“Ini menjadi salah satu program di Asta Cita yang harus betul-betul kita dukung dan kita kawal,” tegas Sigit.
Sigit menyampaikan, panen di Sulawesi Selatan merupakan bagian dari panen kuartal kedua. Puncak panen nasional akan digelar Juni mendatang secara serentak. Untuk mendukung penyerapan hasil panen, pihaknya bersama stakeholder terkait tengah menyiapkan penambahan gudang dengan standar Bulog.
“Kami Polri mendukung penuh kebijakan Pak Presiden dan Pak Mentan. Saat ini kita sedang siapkan gudang dengan standar Bulog agar penyerapan optimal,” kata Sigit.
Ia optimisme Indonesia ke depan akan memiliki keunggulan dalam sektor pangan di tingkat global.
“Kita terus dorong dan kerja sama menyukseskan program dan kebijakan ketahanan pangan di dalam Asta Cita,” tutupnya.