Kapolri Beri Atensi Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Penyelidikan Dipercepat

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus pada kasus penyiraman air keras Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, memastikan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kapolri Beri Atensi Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Penyelidikan Dipercepat
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus pada kasus penyiraman air keras Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, memastikan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku. (AntaraNews)

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian serius terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Insiden tragis ini terjadi setelah Andrie Yunus selesai melakukan rekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Peristiwa tersebut kini menjadi prioritas utama bagi jajaran kepolisian untuk diungkap secara tuntas.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa Kapolri telah memerintahkan penanganan khusus. Penyelidikan mendalam sedang dilakukan, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) dan serangkaian tindakan penyelidikan lainnya. Kepolisian berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus ini dengan serius dan transparan.

Peristiwa penyiraman air keras ini terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026, di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Dua orang pelaku tak dikenal yang mengendarai sepeda motor mendekati korban dan langsung menyiramkan cairan berbahaya tersebut. Akibatnya, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuhnya.

Polri bergerak cepat dalam menindaklanjuti insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, yang merupakan Wakil Koordinator KontraS. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara langsung memberikan atensi khusus, menekankan pentingnya pengungkapan kasus ini. Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir di Jakarta.

Penanganan kasus ini didasari Laporan Polisi Model A Nomor 222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya. Laporan tersebut merujuk pada tindak pidana penganiayaan berat, sesuai Pasal 467 ayat (2) dan/atau 468 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ini menunjukkan keseriusan pihak berwajib dalam memproses hukum para pelaku.

Untuk mempercepat penyelidikan, penanganan di Satreskrim Polres Jakarta Pusat kini didukung penuh oleh Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. Keterlibatan unit-unit dari Mabes Polri ini merupakan bagian dari tindak lanjut arahan pimpinan. Pendalaman terhadap para saksi juga sedang intensif dilakukan guna mengumpulkan bukti-bukti kuat.

Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir memastikan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan akan dilakukan secara berbasis ilmiah. Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan bukti yang akurat dan tidak terbantahkan. Polri berkomitmen penuh untuk menegakkan hukum dalam kasus penyiraman air keras Andrie Yunus.

Insiden penyiraman air keras menimpa Andrie Yunus sesaat setelah ia menyelesaikan rekaman siniar (podcast). Podcast tersebut diketahui membahas topik sensitif, yaitu militerisme dan judicial review Undang-Undang TNI. Peristiwa ini terjadi di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, pada Jumat malam.

Berdasarkan informasi awal, korban sedang mengendarai sepeda motor sekitar pukul 23.37 WIB. Tiba-tiba, dua orang pelaku yang juga menggunakan sepeda motor mendekati Andrie Yunus. Tanpa peringatan, mereka langsung menyiramkan air keras ke arah korban sebelum melarikan diri dengan cepat.

Akibat serangan keji tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius pada sekitar 24 persen bagian tubuhnya. Luka-luka tersebut meliputi tangan dan kaki, serta menyebabkan gangguan pada penglihatan. Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama untuk bagian mata yang sangat vital.

Polri mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa penyiraman air keras Andrie Yunus untuk segera melapor. Kepala Divisi Humas Polri Johnny Eddizon Isir menjamin perlindungan penuh bagi setiap warga yang bersedia memberikan laporan. Partisipasi publik sangat diharapkan untuk membantu mempercepat pengungkapan kasus ini.

Mantan Kapolda Papua Barat tersebut juga menyampaikan doa agar Andrie Yunus dapat segera pulih dari luka-lukanya. Ia berharap kasus ini bisa segera terungkap dengan jelas. Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar proses penyelidikan menemukan titik terang.

Pengungkapan pelaku dan motif di balik penyiraman air keras ini menjadi fokus utama. Dengan terungkapnya kebenaran, diharapkan keadilan dapat ditegakkan bagi korban. Polri bertekad untuk menangkap para pelaku dan memastikan mereka bertanggung jawab atas perbuatannya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi