Banyuwangi, 28 September – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memimpin kegiatan panen raya jagung. Acara ini merupakan bagian integral dari program nasional swasembada pangan yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Panen raya jagung serentak kuartal III ini dilaksanakan di areal persawahan Kelurahan Sobo, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Purnomo dari Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan skala dan pentingnya program ini secara nasional.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Banyuwangi dalam menjaga surplus pangan. "Kami apresiasi kinerja Banyuwangi yang mampu menjaga surplus pangan. Ini komitmen bersama dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Banyuwangi, Minggu.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Banyuwangi dalam Ketahanan Pangan Nasional
Pencapaian Banyuwangi dalam menjaga ketahanan pangan diharapkan dapat terus ditingkatkan di masa mendatang. Hal ini bertujuan agar kabupaten tersebut semakin kokoh sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Indonesia.
Kapolda Jatim juga mengungkapkan kebanggaannya atas kerja keras semua pihak yang terlibat. "Saya bangga atas kerja keras seluruh pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga jajaran kepolisian. Semoga panen ini membawa berkah dan semangat baru untuk terus meningkatkan produksi," tambahnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan komitmen daerahnya untuk mendukung penuh program ketahanan pangan nasional Presiden. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Polri, TNI, Bulog, dan semua pihak yang telah bersama-sama mengawal serta mendukung program tersebut.
Advertisement
Advertisement
Capaian Produksi dan Distribusi Jagung di Banyuwangi
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menjelaskan bahwa total lahan jagung yang didampingi oleh Polresta Banyuwangi mencapai 1.772 hektare. Dari luasan tersebut, hasil panen jagung yang berhasil dikumpulkan kurang lebih mencapai 1.445 ton.
Pendistribusian hasil panen jagung ini dilakukan melalui tiga jalur utama. Sekitar 67 ton diserap oleh Bulog, 957,8 ton diserap oleh pengepul, dan sisanya sebanyak 421 ton diserap oleh pengusaha serta pihak lain.
Panen raya jagung ini merupakan bagian dari gerakan penanaman jagung serentak seluas satu juta hektare. Gerakan ini merupakan hasil kerja sama antara Polri dan Kementerian Pertanian, dengan target utama mendukung swasembada pangan nasional pada tahun 2025.
Advertisement
Advertisement
Data Produksi Jagung: Banyuwangi Surplus Signifikan
Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi menunjukkan tren produksi jagung yang fluktuatif namun tetap signifikan. Pada tahun 2022, produksi jagung mencapai 253.857 ton, kemudian sedikit menurun menjadi 225.416 ton pada tahun 2023, dan 209.078 ton pada tahun 2024.
Untuk periode Januari hingga September 2025, produksi jagung di Banyuwangi tercatat sebanyak 193.542 ton. Angka ini jauh melampaui kebutuhan daerah yang hanya sekitar 46.786 ton.
Dengan perbandingan produksi dan kebutuhan tersebut, Banyuwangi menunjukkan surplus jagung yang signifikan, bahkan mencapai lebih dari empat kali lipat dari kebutuhan lokal. Kondisi ini menegaskan peran penting Banyuwangi sebagai lumbung pangan strategis yang mampu berkontribusi besar pada ketahanan pangan nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews