Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) secara resmi meluncurkan Gerakan Tanam Jagung Nasional. Inisiatif besar ini mencakup lahan seluas 5.000 hektare yang tersebar di empat provinsi strategis di Indonesia.
Ketua DPD RI, Sultan B Najamuddin, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah konkret untuk melanjutkan dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Tujuannya adalah menanam benih untuk ketahanan pangan melalui budidaya pertanian jagung yang berkelanjutan dan terencana.
Pencanangan awal program DPD RI tanam jagung ini berlokasi di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, serta tiga wilayah lain yaitu Kabupaten Kupang (NTT), Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Sulsel), dan Kabupaten Mimika (Papua Tengah).
Advertisement
Advertisement
Mendorong Ketahanan Pangan Nasional Melalui Jagung
Pemilihan komoditas jagung dalam gerakan ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan didasari oleh pertimbangan strategis yang mendalam. Jagung merupakan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan relatif mudah dibudidayakan di berbagai kondisi lahan.
Selain itu, jagung memainkan peran krusial dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional, baik sebagai bahan makanan pokok maupun bahan baku industri. Ketersediaan jagung yang memadai sangat vital untuk mendukung sektor peternakan, terutama sebagai pakan ternak.
Sultan B Najamuddin menjelaskan, “Dengan suplai jagung cukup, kita berharap dapat menurunkan biaya produksi ayam dan telur sebagai sumber protein.” Ketersediaan jagung yang stabil diharapkan mampu menekan harga pakan, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada harga produk hewani di pasaran.
Advertisement
Dalam skala yang lebih luas, produksi jagung yang memadai juga diharapkan dapat mendukung program-program pemerintah. Ini termasuk inisiatif seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat, yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat.
Advertisement
Empat Provinsi Strategis dalam Gerakan Tanam Jagung DPD RI
Gerakan Tanam Jagung Nasional DPD RI ini secara spesifik menargetkan empat lokasi di Indonesia. Keempat titik tersebut dipilih sebagai representasi subwilayah DPD RI, mencerminkan keragaman geografis dan potensi pertanian di tanah air.
Titik pertama adalah Kabupaten Bengkulu Tengah di Provinsi Bengkulu, yang menjadi lokasi pencanangan awal program ini. Kemudian, program ini juga dilaksanakan di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dikenal memiliki potensi lahan pertanian luas.
Selanjutnya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) turut menjadi bagian dari gerakan ini, mengingat Sulsel adalah salah satu lumbung pangan nasional. Terakhir, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, juga terlibat untuk mengoptimalkan potensi pertanian di wilayah timur Indonesia.
Advertisement
Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin menyoroti pemilihan Bengkulu sebagai salah satu titik pencanangan. Ia mengatakan, “Pemilihan Bengkulu sebagai salah satu titik pencanangan ketahanan pangan ini tidak terlepas dari sejarah Bengkulu yang hebat.” Beliau menambahkan bahwa di Bengkulu lahir ide-ide tentang pendirian republik dan Soekarno memantapkan keyakinan kemerdekaan Indonesia.
Sumber: AntaraNews