Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat, 4 Warga Tewas dan Puluhan Lainnya Masih Dicari
Peristiwa terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap. Suara gemuruh keras dari arah bukit menjadi pertanda awal datangnya bencana.
Bencana tanah longsor menerjang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Sabtu (24/1) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Material tanah dari perbukitan menghantam permukiman warga, merusak puluhan rumah dari Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu.
Peristiwa terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap. Suara gemuruh keras dari arah bukit menjadi pertanda awal datangnya bencana. Tak lama berselang, longsoran tanah bergerak cepat menuruni lereng dan menerjang rumah-rumah di bawahnya.
Dari informasi yang dihimpun kepolisian, warga sempat mendengar suara mencurigakan sebelum akhirnya menyadari tanah mulai bergerak ke arah permukiman.
“Sebelum kejadian, warga mendengar suara gemuruh cukup kuat. Setelah dicek, terlihat material tanah bergerak dari arah Pasirkuning hingga Pasir Kuda,” kata Kapolsek Cisarua, A. Y. Yogaswara, dalam laporan resminya, Sabtu (24/1).
30 Rumah Tertimbun Longsor, 114 Warga Terdampak dan 4 Meninggal
Dampak longsor terbilang besar. Sedikitnya 30 rumah dilaporkan tertimbun material tanah. Total 114 warga terdampak dalam kejadian tersebut. Dari jumlah itu, 21 orang ditemukan selamat, empat orang meninggal dunia, sementara 89 warga lainnya masih dalam proses pencarian.
Tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI, BPBD, relawan, dan warga setempat terus melakukan evakuasi serta penyisiran di lokasi bencana. Namun, tebalnya timbunan tanah dan kondisi medan yang berat menjadi kendala utama dalam proses penyelamatan.
Selain itu, petugas juga melakukan pengamanan lokasi serta koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan darurat.
“Kami bersama unsur terkait terus berupaya maksimal meskipun kondisi di lapangan cukup sulit,” kata dia.
Warga Sekitar Diminta Menjauh
Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar area rawan longsor untuk menjauh sementara waktu dan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi tanah masih labil akibat curah hujan tinggi.
Upaya pencarian korban pun masih terus dilanjutkan hingga seluruh warga yang dilaporkan hilang dapat ditemukan.