Ratusan warga terpaksa mengungsi ke Kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, setelah longsor menerjang kawasan lereng Gunung Burangrang pada Sabtu (24/1) dini hari. Bencana yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap itu memicu kepanikan dan memaksa mereka meninggalkan rumah demi keselamatan.
Salah satu pengungsi, Atin (35), warga Kampung Pasir Kuning, turut merasakan detik-detik mencekam sebelum longsor terjadi. Ia menuturkan, tanda-tanda bencana sebenarnya sudah terasa sejak sehari sebelumnya, ketika listrik di wilayahnya padam akibat tiang yang roboh diterpa angin kencang dan hujan deras.
“Hujannya sudah dua hari. Mati lampu itu sehari sebelumnya, dari siang,” kata Atin saat ditemui di posko pengungsian.
Advertisement
Terbangun Usai Mendengar Suara Gemuruh Keras
Menurutnya, longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Ia terbangun setelah mendengar suara gemuruh keras dari arah perbukitan. Meski rumahnya di RT 06 RW 11 Kampung Pasir Kuning tidak terdampak langsung, suara runtuhan tanah terdengar sangat jelas hingga membuatnya ketakutan.
“Saya kira bukan longsor, kirain ada gempa,” ujarnya.
Tak lama kemudian, petugas kelurahan meminta warga segera mengevakuasi diri. Longsor diketahui lebih dulu menghantam wilayah RT 05 RW 11, dan warga diminta mengungsi karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan.
“Iya, sekarang mengungsi sama keluarga. Bantuan logistik awal sudah diterima, barusan juga didata lagi. Harapannya bisa dipindahkan ke tempat yang lebih aman,” tuturnya.
Advertisement
Data dari Kantor Desa
Berdasarkan data Posko Kantor Desa Pasirlangu, longsor berdampak pada dua wilayah, yakni Kampung Pasir Kuning RT 06 RW 11 dan Kampung Pasir Kuda RT 01 RW 10. Hingga pukul 14.00 WIB, sekitar 30 unit rumah dilaporkan tertimbun material tanah dan bebatuan.
Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada 113 jiwa dari 34 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, 23 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 85 lainnya masih dalam pencarian.
Advertisement
Identitas 5 Korban Meninggal Dunia
Tim SAR gabungan juga melaporkan lima korban meninggal dunia. Identitas korban yang telah terverifikasi, yakni:
1. Nurhayati (50), warga RT 01 RW 10 Kampung Pasir Kuda
2. Sunarya alias Nandang, warga RT 05 RW 11 Kampung Pasir Kuning
3. Nining, warga RT 05 RW 11 Kampung Pasir Kuning
4. Jajang Taryana, warga RT 05 RW 11 Kampung Pasir Kuning
5. Dadang Apung, warga RT 05 RW 11 Kampung Pasir Kuning
Hingga kini, proses pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan. Petugas bekerja ekstra hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta potensi longsor susulan yang masih mengancam kawasan tersebut.