Korban Jiwa Banjir Medan Bertambah Jadi 12 Orang, Pemkot Tetapkan Status Tanggap Darurat
Pusdalops Sumut melaporkan jumlah korban jiwa akibat bencana Banjir Medan bertambah menjadi 12 orang. Simak perkembangan terkini dan status tanggap darurat yang ditetapkan Pemkot.
Bencana banjir yang melanda Kota Medan pada 27 November 2025 telah menimbulkan dampak serius yang terus berkembang. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut) melaporkan peningkatan jumlah korban jiwa. Situasi ini menunjukkan urgensi penanganan yang lebih intensif dari berbagai pihak terkait.
Menurut laporan terbaru yang diterima di Medan pada Jumat, 6 Desember 2025, total korban jiwa akibat musibah ini telah mencapai 12 orang. Angka ini bertambah lima orang dari data sebelumnya yang tercatat tujuh orang per 2 Desember 2025 pukul 18.30 WIB. Peningkatan ini menggarisbawahi parahnya kondisi yang dihadapi oleh warga terdampak.
Selain korban jiwa, bencana ini juga berdampak pada puluhan ribu jiwa lainnya yang tersebar di 14 kecamatan di Kota Medan. Pemerintah Kota (Pemkot) Medan telah mengambil langkah cepat dengan menetapkan status tanggap darurat bencana. Status ini berlaku sejak 27 November hingga 11 Desember 2025 guna mempercepat upaya penanganan dan pemulihan.
Korban Jiwa dan Skala Dampak Banjir Medan
Pusdalops PB Sumut secara resmi mencatat bahwa korban jiwa akibat bencana banjir di Kota Medan kini mencapai 12 orang. Kenaikan signifikan ini merupakan hasil penambahan lima orang dari data sebelumnya yang dirilis pada awal Desember. Laporan terbaru ini diperbarui pada 5 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, menunjukkan dinamika situasi di lapangan serta tantangan yang dihadapi tim penyelamat.
Musibah banjir yang terjadi pada 27 November 2025 ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga berdampak pada puluhan ribu warga. Tercatat, 46.587 jiwa dari 15.753 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 14 kecamatan di Kota Medan terdampak langsung. Skala dampak yang luas ini memerlukan koordinasi penanganan yang komprehensif dari pemerintah dan lembaga terkait untuk memastikan bantuan sampai kepada yang membutuhkan.
Data Pusdalops juga menunjukkan bahwa sebanyak 901 jiwa dari 225 KK terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat kerusakan parah atau ancaman banjir susulan. Para pengungsi ini kini ditampung di 16 lokasi berbeda yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah dan relawan. Kondisi pengungsian ini menjadi salah satu fokus utama dalam upaya penanganan Banjir Medan, termasuk penyediaan logistik dan fasilitas kesehatan.
Respon Pemerintah dan Status Tanggap Darurat
Menyikapi perkembangan situasi yang semakin serius, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan telah menetapkan status tanggap darurat bencana. Status ini diberlakukan untuk periode 27 November hingga 11 Desember 2025, mencerminkan kebutuhan akan respons cepat dan terkoordinasi. Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mempercepat koordinasi dan mobilisasi sumber daya dalam penanganan krisis.
Penetapan status tanggap darurat ini secara resmi dituangkan dalam Keputusan Wali Kota Medan Nomor 188.44/15.K. Keputusan tersebut mengenai Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam di Kota Medan Tahun 2025, memberikan landasan hukum bagi upaya penanggulangan. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak Banjir Medan dan memprioritaskan keselamatan warga.
Sri Wahyuni Pancasilawati, Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, mengonfirmasi data ini. Ia menekankan bahwa laporan tersebut merupakan data sementara yang diterima oleh Pusdalops PB Sumut, dan dapat berubah seiring dengan proses identifikasi lebih lanjut. "Data ini merupakan update 5 Desember 2025 pukul 08.00 WIB," ujarnya, mengindikasikan kemungkinan adanya perubahan data di kemudian hari seiring upaya pencarian dan pendataan.
Pemerintah daerah dan tim SAR terus berupaya melakukan pencarian, evakuasi, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Koordinasi antarlembaga diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan mitigasi risiko bencana serupa di masa mendatang. Kondisi pasca-Banjir Medan masih memerlukan perhatian serius dari semua pihak.
Sumber: AntaraNews