Update Jumlah Korban Banjir dan Longsor di Sumut, 290 Orang Meninggal Dunia
Jumlah korban meninggal dunia itu merupakan data per hari ini, Selasa (2/12) pukul 08.00 WIB.
Jumlah korban meninggal dunia usai bencana banjir Sumatra, termasuk yang menerjang 17 kabupaten/kota di Sumatra Utara (Sumut) terus meningkat.
Bencana hidrometeorologi menerjang 17 kabupaten/kota di Sumut sejak 21 hingga 28 November 2025.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Sumut, korban meninggal dunia telah mencapai 290 orang hingga pukul 08.00 WIB, Selasa (2/12). Kota Medan turut masuk daftar wilayah dengan korban meninggal dunia.
"Ada 7 orang meninggal dunia di Kota Medan dampak dari banjir," kata Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, Selasa (2/12) .
Kabupaten Tapanuli Tengah Terbanyak
Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan korban meninggal dunia terbanyak di Sumut, yaitu 86 orang.
Selanjutnya, Tapanuli Selatan 79 orang. Kemudian, Sibolga 47 orang, Tapanuli Utara 32 orang, Deli Serdang 16 orang, Langkat 11 orang, Humbang Hasundutan 8 orang, Pakpak Bharat 2 orang, Nias 1 orang, dan Padang Sidempuan 1 orang.
"Sementara itu 154 orang masih hilang," tulis Pusdalops PB Provinsi Sumut.
Bukan hanya itu, Pusdalops PB Sumut juga mengungkapkan ada 614 orang yang terluka akibat bencana hidrometeorologi menerjang 17 kabupaten/kota di Sumut. Bencana alam itu turut mengakibatkan 135.267 kepala keluarga atau sekitar 538.792 jiwa mengungsi.