Khofifah Sayangkan Massa Bakar Gedung Grahadi: Itu Bagian Cagar Budaya
Khofifah mengatakan dirinya sempat menemui massa aksi sebelum terjadinya pembakaran di Gedung Grahadi.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyayangkan aksi demonstrasi di Surabaya berujung ricuh hingga membuat Gedung Negara Grahadi terbakar karena dilempari molotov oleh massa. Padahal, kata dia Gedung Grahadi merupakan bagian dari cagar budaya.
"Iya tentu itu bagian dari cagar budaya, kita semua prihatin bahwa bagian barat gedung Grahadi ternyata dilempari molotov juga," kata Khofifah di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (1/9).
Khofifah mengatakan dirinya sempat menemui massa aksi sebelum terjadinya pembakaran di Gedung Grahadi. Dia juga menampung sejumlah tuntutan mereka yang meminta agar teman-temannya yang ditahan di Polrestabes dapat dikeluarkan.
"Jadi yang malam itu sampai dini hari ya sampai setengah 2 yang anggota keluarganya sudah datang menjemput semua dipulangkan," ujarnya.
Dia menuturkan Gedung Grahadi saat ini sudah dipasangkan garis polisi. Khofifah menyebut Polrestabes Surabaya sedang mengidentifikasi kerusakan-kerusakan di Gedung Grahadi yang terbakat karena dilempar bom molotov.
"Proses pemeriksaan oleh Poltabes untuk melihat sisi-sisi Grahadi yang rusak karana proses pelemparan bom molotov itu semua bisa terindentifikasi," tutur Khofifah.
Rumah Wakil Gubernur Aman
Khofifah juga membantah rumah Wakil Gubernur Jawa Timur dijarah dan dibakar oleh massa. Dia menjelaskan bahwa yang dibakar adalah kantor Wakil Gubernur yang berada di Gedung Grahadi.
"Ndak, bukan, jadi itu kantor wagub di Grahadi, bukan rumah. Itu lah yang terbakar bagian depan barat itu adalah kantor kerjanya Pak Wagub. Jadi di Grahadi bukan hanya untuk gubernur, tapi juga untuk wagub," tutur Khofifah.
Sebelumnya, Massa menjarah dan membawa sejumlah barang dari bagian sisi barat Gedung Negara Grahadi yang terbakar, di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (30/8) malam.
Pembakaran gedung tersebut itu terjadi setelah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menemui para demonstran di depan gedung tersebut.
Pantauan Lokasi Malam Itu
Pantauan di lokasi, tampak beberapa orang berpakaian hitam berjalan ke arah Jalan Basuki Rahmat sambil membawa karpet, meja, serta kardus bergambar alat cetak atau printer.
Ada pula massa yang membawa kardus berisi berkas, kasur, kursi kantor, laptop hingga tabung alat pemadam api ringan (APAR) jenis mobile.
Ruangan yang terbakar antara lain ruang kerja Wakil Gubernur Jatim, ruang biro rumah tangga, ruang biro umum, serta ruang wartawan kelompok kerja (Pokja).
Sebelum terjadi kebakaran di gedung tersebut, sempat terdengar beberapa kali letusan petasan yang berasal dari kerumunan massa menuju ke dalam area gedung tersebut.