Gedung Negara Grahadi, sebuah ikon bersejarah dan cagar budaya kebanggaan masyarakat Surabaya serta Jawa Timur, mengalami insiden kebakaran pada Sabtu (30/8) malam. Peristiwa tragis ini terjadi di tengah aksi unjuk rasa yang berujung pada tindakan anarkis. Api sempat merembet ke bagian atas gedung sisi barat setelah dilempari bom molotov oleh segelintir oknum.
Merespons kejadian tersebut, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin langsung meninjau lokasi pada Minggu (31/8). Mayjen Rudy menyatakan keprihatinan mendalam atas kerusakan yang menimpa bangunan bersejarah tersebut. Meskipun gedung induk tidak tersentuh api, kerusakan pada bagian sisi barat menimbulkan kekhawatiran besar.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kondusivitas dan keamanan di tengah masyarakat. Pangdam Rudy Saladin secara tegas menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan menghindari tindakan anarkis. Dampak dari tindakan semacam itu dinilai sangat luar biasa dan merugikan banyak pihak, terutama fasilitas publik dan cagar budaya yang memiliki nilai historis tinggi.
Advertisement
Advertisement
Mayjen TNI Rudy Saladin mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam atas insiden terbakarnya Gedung Negara Grahadi. Ia menjelaskan bahwa Grahadi bukan sekadar bangunan biasa, melainkan sebuah cagar budaya yang sangat berarti bagi Surabaya dan Jawa Timur. Bangunan ini telah digunakan sejak tahun 1930-an, bahkan bangunan induknya sendiri sudah berdiri sejak abad ke-18, tepatnya tahun 1700-an.
Pangdam sempat berbincang dengan rekan-rekan dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya yang bertanggung jawab atas cagar budaya. Mereka semua merasakan kepedihan yang sama atas kerusakan yang terjadi. Kehilangan atau rusaknya bagian dari cagar budaya ini merupakan kerugian besar bagi warisan sejarah bangsa.
Meskipun api tidak sampai menyentuh bangunan induk, pelemparan bom molotov yang mengenai bagian atas gedung sisi barat menunjukkan betapa rentannya fasilitas publik terhadap tindakan anarkis. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga aset-aset berharga milik bersama. Perlindungan cagar budaya adalah tanggung jawab semua pihak.
Advertisement
Advertisement
Menyikapi insiden Gedung Grahadi terbakar, Mayjen TNI Rudy Saladin dengan kerendahan hati memohon kepada seluruh masyarakat, khususnya di Surabaya dan Jawa Timur, untuk senantiasa menjaga kondusivitas. Ia menekankan pentingnya tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan dan menciptakan kekacauan.
Pangdam juga secara tegas mengingatkan agar tidak ada lagi tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, dampak dari tindakan semacam itu sangat luar biasa dan merugikan semua pihak, termasuk masyarakat sendiri. Ia mengajak agar setiap bentuk aspirasi disampaikan kepada pemerintah pusat dengan cara yang tertib dan damai, sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
Pesan ini disampaikan sebagai upaya preventif agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang. Keamanan dan ketertiban adalah fondasi bagi pembangunan dan kesejahteraan. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan yang kondusif sangatlah dibutuhkan demi kebaikan bersama.
Advertisement
Advertisement
Terkait arahan dari Presiden, Pangdam V/Brawijaya menyatakan bahwa jajaran TNI bersama Polri akan terus bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing. Sinergi ini merupakan komitmen kuat aparat negara untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga. Kolaborasi antarinstansi sangat penting dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan.
Lebih lanjut, Mayjen Rudy menekankan pentingnya melibatkan peran aktif masyarakat dalam upaya menjaga keamanan. Ia mengajak masyarakat untuk menjadi mata dan telinga, serta tidak membiarkan wilayah mereka disusupi atau diprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Peran serta masyarakat di tempat tinggal masing-masing sangat dibutuhkan untuk menjaga “rumah kita” bersama.
Dengan adanya sinergi antara aparat keamanan dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan setiap potensi ancaman dapat diantisipasi dan ditangani dengan cepat. Upaya kolektif ini akan memperkuat ketahanan wilayah dan memastikan bahwa kejadian seperti Gedung Grahadi terbakar tidak akan terulang, serta aspirasi dapat disampaikan secara damai dan konstruktif.
Advertisement
Sumber: AntaraNews