Gubernur Khofifah Turun Tangan Langsung Koordinasi Polrestabes Surabaya: Upaya Pembebasan Massa Aksi dan Pesan Anti-Provokasi
Gubernur Khofifah Indar Parawansa berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya terkait pembebasan massa aksi yang ditahan, menegaskan komitmennya untuk warga Jatim dan mengimbau agar tidak terprovokasi.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menunjukkan komitmennya terhadap warga dengan berkoordinasi langsung bersama Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya. Koordinasi ini bertujuan untuk mempercepat proses pembebasan massa aksi yang sebelumnya ditahan. Ribuan massa masih memadati area depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, menuntut agar rekan-rekan mereka segera dibebaskan.
Langkah cepat Gubernur Khofifah ini dilakukan pada Sabtu malam, setelah ia menemui langsung massa yang berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi. Ia bahkan melakukan panggilan telepon dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur untuk membahas situasi ini. Sebelumnya, dua orang massa aksi telah berhasil dibebaskan pada siang hari yang sama, memberikan harapan bagi pembebasan lebih lanjut.
Khofifah menegaskan bahwa warga Jawa Timur yang ditahan adalah masyarakat yang selama ini dikenal bekerja keras dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah. Ia juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh masyarakat yang terlibat dalam aksi tersebut. Gubernur berharap agar tidak ada tindakan anarkis dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana.
Upaya Gubernur Khofifah untuk Pembebasan Massa Aksi
Gubernur Khofifah Indar Parawansa secara proaktif mengambil langkah untuk menyelesaikan situasi penahanan massa aksi di Surabaya. Beliau langsung berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya, menunjukkan keseriusannya dalam menangani aspirasi warga. Upaya ini dilakukan demi memastikan hak-hak warga terpenuhi dan situasi kondusif tetap terjaga.
Koordinasi intensif ini membuahkan hasil awal dengan dibebaskannya dua orang massa aksi pada siang hari. Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi massa yang masih menuntut pembebasan rekan-rekan mereka. Gubernur Khofifah terus berupaya agar semua massa yang ditahan dapat segera dibebaskan pada malam itu, meredakan ketegangan yang ada.
Khofifah menyampaikan keyakinannya bahwa massa aksi yang ditahan adalah bagian dari masyarakat Jawa Timur yang selama ini telah berkontribusi besar. Beliau melihat mereka sebagai individu yang berdedikasi dan pekerja keras. Oleh karena itu, upaya pembebasan ini menjadi prioritas untuk menjaga hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat.
Imbauan Penting: Jangan Terprovokasi dan Tetap Kondusif
Di tengah kerumunan massa yang masih memadati depan Gedung Negara Grahadi, Gubernur Khofifah tak lupa menyampaikan imbauan penting. Beliau menekankan agar seluruh elemen masyarakat, khususnya para peserta aksi, tidak bertindak anarkis. Pesan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban umum dan menghindari potensi konflik yang tidak diinginkan.
Gubernur juga secara tegas mengingatkan agar massa tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau pihak-pihak yang berpotensi memecah belah. Ketenangan dan kedewasaan dalam menyikapi situasi sangat diperlukan. Khofifah percaya bahwa dengan kepala dingin, masalah dapat diselesaikan tanpa harus merugikan banyak pihak.
Situasi di depan Gedung Grahadi pada Sabtu malam masih dipadati ribuan massa hingga pukul 21.26 WIB. Kehadiran Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin yang sempat berdialog dengan massa menunjukkan keseriusan pihak keamanan dalam mengelola situasi. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk mencapai solusi terbaik bagi pembebasan massa aksi dan menjaga stabilitas daerah.
Sumber: AntaraNews