Fakta Angka: 2.100 Personel Polrestabes Surabaya Siaga Amankan FIFA Match Day di GBT
Polrestabes Surabaya mengerahkan 2.100 personel gabungan untuk pengamanan FIFA Match Day Indonesia vs Taiwan di GBT. Bagaimana strategi pengamanan yang diterapkan agar laga berjalan lancar?
Polrestabes Surabaya menunjukkan kesiapan penuhnya dalam mengamankan gelaran akbar FIFA Match Day antara Timnas Indonesia melawan Taiwan. Sebanyak 2.100 personel gabungan telah disiagakan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan jalannya pertandingan. Pengamanan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk BKO dari Polda Jatim, pemerintah daerah, pemerintah kota, serta TNI.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menegaskan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang. "Semua sudah kami persiapkan, personel kami siapkan sebanyak 2.100, termasuk BKO dari Polda Jatim, kemudian dari pemerintah daerah, pemerintah kota, dan juga TNI," kata Kombes Pol Luthfie. Fokus utama pengamanan adalah agar pertandingan dapat berlangsung tanpa hambatan.
Selain itu, penonton dapat menikmati setiap momen laga internasional ini dengan aman dan nyaman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Ribuan personel tersebut akan ditempatkan di berbagai titik strategis di sekitar stadion. Penempatan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan maupun gangguan keamanan. Kesiapan ini menjadi prioritas mengingat pentingnya citra Indonesia sebagai tuan rumah yang baik dalam ajang sepak bola internasional.
Pola Pengamanan Berlapis di Stadion GBT
Ribuan personel pengamanan dibagi ke beberapa zona atau ring dengan tanggung jawab yang berbeda. Ring 1, yang merupakan area inti Stadion GBT, menjadi tanggung jawab penuh panitia penyelenggara dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Sementara itu, kepolisian berfokus pada pengamanan di area luar stadion.
Area Ring 2 mencakup Jalan Jawar Surabaya, sedangkan Ring 3 meliputi akses masuk tol dan Jalan Sumberejo hingga Jalan Benowo. Kombes Pol Luthfie menjelaskan bahwa pola pengamanan laga internasional memiliki perbedaan signifikan. Area yang sebelumnya masuk Ring 2 kini dikategorikan sebagai Ring 1 dan menjadi kewenangan PSSI.
Pihak kepolisian kini bertugas mengamankan area mulai dari Ring 2 yang kini menjadi Ring 3, hingga Ring 4. Perubahan ini menunjukkan adaptasi terhadap standar keamanan FIFA yang lebih ketat. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap aspek keamanan terpenuhi sesuai regulasi internasional.
Fokus pengamanan juga sangat ditekankan pada pengaturan tempat parkir. Banyak penonton diperkirakan akan menggunakan kendaraan roda empat. Oleh karena itu, dari pintu keluar tol, kendaraan akan diarahkan langsung ke titik parkir masing-masing. Pemisahan antara kendaraan roda dua dan roda empat juga diterapkan untuk menghindari penumpukan.
Situasi Kondusif dan Koordinasi Efektif
Menjelang pertandingan, situasi di sekitar Stadion GBT terpantau sangat kondusif. Meskipun sempat terjadi kepadatan arus kendaraan, kondisi tersebut dapat diatur dengan baik oleh petugas di lapangan. Hal ini menunjukkan efektivitas koordinasi antarpihak pengamanan.
Kombes Pol Luthfie menyatakan, "Alhamdulillah lancar, memang padat tapi bisa kami atur secara tertib." Pernyataan ini menegaskan bahwa kepadatan lalu lintas dapat dikelola tanpa menimbulkan kekacauan. Penonton juga menunjukkan sikap kooperatif dan tertib selama proses masuk maupun pengaturan lalu lintas.
Sikap tertib dan teratur dari para penonton sangat membantu kelancaran proses pengamanan. Kerja sama antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan acara besar seperti FIFA Match Day. Ini juga mencerminkan kesadaran kolektif untuk menjaga ketertiban umum.
Keberhasilan pengamanan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan event olahraga besar lainnya di masa mendatang. Pengalaman dan strategi yang diterapkan di FIFA Match Day Surabaya akan menjadi pelajaran berharga untuk terus meningkatkan kualitas keamanan publik.
Sumber: AntaraNews