Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi kemahasiswaan di Surabaya menggelar aksi solidaritas damai di depan kantor Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya pada Sabtu, 30 Agustus.
Aksi ini dilakukan untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut pembebasan rekan mahasiswa yang sebelumnya ditahan saat melakukan aksi serupa pada Jumat, 29 Agustus. Mereka berkumpul sejak pukul 14.30 WIB di Jalan Sikatan, Polrestabes Surabaya.
Gelombang massa yang terus berdatangan, termasuk dari arah Jalan Jembatan Merah, menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi terhambat. Mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas murni dan meminta semua pihak untuk tidak terprovokasi.
Advertisement
Advertisement
Dalam aksi damai Aksi Mahasiswa Surabaya ini, para demonstran menyuarakan tuntutan utama mereka, yaitu pembebasan rekan-rekan mahasiswa yang ditahan. Salah seorang orator menyatakan, "Kami di sini melaksanakan aksi damai, tolong bebaskan rekan kami, mereka hanya menyampaikan aspirasi masyarakat kemarin."
Aksi ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai organisasi kemahasiswaan terkemuka. Di antaranya adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Selain itu, turut bergabung Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), menunjukkan spektrum luas solidaritas. Mereka membawa bendera organisasi masing-masing sebagai identitas.
Advertisement
Sebagai simbol protes damai dan keprihatinan, para mahasiswa juga melakukan aksi unik dengan melempar bunga mawar di depan pintu masuk kantor Polrestabes Surabaya. Tindakan ini menjadi sorotan di tengah Aksi Mahasiswa Surabaya yang berlangsung tertib.
Advertisement
Aksi solidaritas ini tidak terlepas dari peristiwa yang terjadi sehari sebelumnya, Jumat (29/8), ketika para demonstran menggelar aksi di Jalan Gubernur Suryo, tepatnya di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan dan protes atas kekerasan yang terjadi di Jakarta.
Pemicu utama kekecewaan ini adalah insiden tragis di Jakarta yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Seorang pengemudi ojek daring bernama Affan Kurniawan (21) meninggal dunia.
Affan Kurniawan dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah kericuhan antara demonstran dan petugas kepolisian. Peristiwa memilukan ini terjadi di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 28 Agustus.
Advertisement
Kematian Affan Kurniawan menjadi titik balik yang memicu gelombang solidaritas dan protes di berbagai daerah, termasuk Aksi Mahasiswa Surabaya ini. Mahasiswa menuntut keadilan dan mengecam segala bentuk kekerasan dalam penanganan unjuk rasa.
Sumber: AntaraNews