Arkeolog Ungkap Struktur Bangunan dan Peluru VOC dalam Ekskavasi Benteng Speelwijk di Serang

Ekskavasi terbaru di Benteng Speelwijk, Serang, berhasil mengungkap struktur bangunan kuno dan artefak langka, termasuk peluru VOC. Penemuan arkeolog ini memperkaya sejarah kolonial Banten.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Arkeolog Ungkap Struktur Bangunan dan Peluru VOC dalam Ekskavasi Benteng Speelwijk di Serang
Ekskavasi terbaru di Benteng Speelwijk, Serang, berhasil mengungkap struktur bangunan kuno dan artefak langka, termasuk peluru VOC. Penemuan arkeolog ini memperkaya sejarah kolonial Banten. (AntaraNews)

Tim arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII Provinsi Banten kembali melakukan ekskavasi di Benteng Speelwijk, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Kegiatan ini bertujuan untuk menyingkap lebih jauh tabir sejarah peninggalan masa kolonial di wilayah tersebut. Ekskavasi lanjutan ini fokus pada sisi timur benteng, meneruskan temuan penting dari tahun sebelumnya.

Hasil sementara ekskavasi tahun ini telah berhasil mengungkap struktur fondasi bangunan kuno yang masih utuh. Selain itu, tim juga menemukan struktur lantai yang terbuat dari bata dan terakota, memberikan gambaran jelas tentang tata letak bangunan masa lalu. Penemuan ini diharapkan dapat melengkapi narasi sejarah Benteng Speelwijk.

Salah satu temuan paling menarik adalah peluru bundar yang diduga kuat berasal dari era Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Artefak ini, bersama fragmen keramik asing dan benda logam lainnya, menjadi bukti kuat aktivitas kolonial di benteng tersebut. Penemuan arkeolog ini akan didata dan diolah untuk rujukan penelitian sejarah masa depan.

Adita Nofiandi, Pamong Budaya pada Balai Pelestarian Kebudayaan Banten, menjelaskan bahwa ekskavasi ini merupakan kelanjutan dari proyek tahun lalu. Fokus penelitian diarahkan pada pengupasan lahan di bagian dalam sisi timur benteng sesuai tata letak yang telah ditentukan. Struktur fondasi bekas bangunan dan struktur lantai yang utuh menjadi temuan signifikan.

Selain struktur bangunan, tim arkeolog juga berhasil menemukan beragam artefak penting lainnya. Fragmen keramik asing dan benda berbahan logam turut memperkaya daftar temuan. Keberadaan artefak-artefak ini memberikan petunjuk mengenai interaksi budaya dan perdagangan pada masa lampau di sekitar benteng.

Penemuan peluru bulat yang diyakini digunakan untuk pistol era VOC menjadi sorotan utama. Adita Nofiandi menyebutkan bahwa peluru ini menguatkan dugaan aktivitas militer VOC di lokasi tersebut. Struktur lantai dari bata dan terakota yang ditemukan juga meneruskan hasil temuan sebelumnya, menunjukkan konsistensi pola pembangunan.

Struktur bangunan yang berhasil diidentifikasi ini direncanakan untuk tetap ditampakkan kepada publik dan tidak ditutup kembali. Keputusan ini bertujuan untuk melengkapi narasi sejarah Benteng Speelwijk dan periode kebudayaan pada masa itu. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk memahami lebih dalam warisan sejarah yang ada.

Di tengah upaya pelestarian cagar budaya, Adita Nofiandi juga menyoroti tantangan pemanfaatan ruang di area Benteng Speelwijk. Warga sekitar kerap menggunakan area cagar budaya ini untuk berolahraga, seperti bermain sepak bola. Hal ini terjadi karena minimnya ruang terbuka publik yang memadai bagi masyarakat setempat.

Situasi ini menciptakan dilema antara menjaga kelestarian cagar budaya dan memenuhi kebutuhan ekspresi masyarakat. Adita berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi ruang olahraga yang layak bagi warga. Dengan demikian, pemanfaatan cagar budaya dapat tetap sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Kegiatan ekskavasi yang melibatkan partisipasi aktif dari tim mahasiswa ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir pekan depan. Hal ini menunjukkan komitmen dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang arkeologi dan intensitas penelitian yang tinggi. Hasil temuan akan didata dan diolah secara cermat sebagai rujukan penting.

Data dan informasi yang terkumpul dari penemuan arkeolog di Benteng Speelwijk ini akan menjadi dasar bagi penelitian sejarah masa depan. Khususnya, penelitian mengenai wilayah Banten dan periode kolonial akan semakin diperkaya. Upaya ini mendukung pemahaman yang lebih komprehensif tentang masa lalu Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi