Menbud Fadli Zon Tekankan Percepatan Restorasi Candi untuk Dongkrak Pariwisata Budaya
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti urgensi Percepatan Restorasi Candi, seperti Candi Sewu dan Keraton Ratu Boko, demi melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi nasional.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon baru-baru ini menyoroti pentingnya Percepatan Restorasi Candi di Indonesia. Penekanan ini disampaikan saat kunjungan kerja ke Yogyakarta pada Jumat (17/4) lalu. Pernyataan resminya diterima di Jakarta pada Sabtu (18/4), menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap pelestarian budaya.
Kunjungan tersebut meliputi Kompleks Candi Sewu dan Keraton Ratu Boko yang kaya akan nilai sejarah. Menbud Fadli Zon menegaskan bahwa upaya restorasi ini memerlukan kolaborasi aktif dari berbagai pihak. Dukungan dari pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta sangat dibutuhkan untuk mendanai pemugaran lebih lanjut.
Percepatan restorasi bangunan candi tidak hanya bertujuan untuk pelestarian semata. Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan pariwisata budaya, sejarah, dan religi secara signifikan. Selain itu, pemugaran diharapkan membawa dampak ekonomi positif serta mengembalikan keutuhan kompleks candi dalam beberapa tahun ke depan.
Potensi Candi Sewu dan Keraton Ratu Boko sebagai Warisan Budaya
Kompleks Candi Sewu, yang keberadaannya tercatat dalam Prasasti Manjusrigrha berangka tahun 792 Masehi, merupakan salah satu situs bersejarah penting. Candi ini terdiri dari satu candi induk, delapan candi apit, dan 240 candi perwara yang mengagumkan. Potensi besar candi ini memerlukan Percepatan Restorasi Candi untuk menjaga keaslian dan keutuhannya.
Sementara itu, Keraton Ratu Boko adalah aset cagar budaya nasional seluas sekitar 16 hektar di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Situs ini menegaskan posisinya sebagai simpul warisan sekaligus destinasi pariwisata yang menarik. Daya tarik utamanya mencakup arsitektur gerbang, petirtaan, pendopo–pringgitan, serta kombinasi otentik antara struktur Hindu–Buddha.
Berdasarkan prasasti yang ditemukan, situs ini dibangun pada abad ke-8 Masehi dengan lanskap yang masih sangat asli. Pelestarian situs ini menjadi krusial untuk edukasi sejarah dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Upaya ini akan memperkuat identitas budaya bangsa.
Kolaborasi dan Dampak Ekonomi dari Percepatan Restorasi Candi
Menbud Fadli Zon menekankan bahwa strategi proaktif sangat diperlukan untuk mencari dukungan pendanaan. Pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta diharapkan dapat bersinergi dalam upaya Percepatan Restorasi Candi. Kolaborasi ini vital untuk memastikan keberlanjutan proyek pemugaran dan pemanfaatan cagar budaya.
Restorasi tidak hanya berfokus pada aspek pelestarian fisik bangunan candi. Lebih dari itu, pemugaran diharapkan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Peningkatan kunjungan wisatawan akan mendorong sektor UMKM dan menciptakan lapangan kerja lokal, terutama di daerah sekitar situs.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen mengupayakan penguatan pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya. Hal ini merupakan bagian dari strategi pembangunan kebudayaan nasional yang berkelanjutan. Dengan demikian, warisan budaya dapat dinikmati generasi mendatang sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Menjelajahi Masa Lalu Melalui Cagar Budaya
Menbud Fadli Zon berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik mengunjungi Keraton Ratu Boko. Situs ini menawarkan pengalaman unik seperti “time travel” ke masa lalu. Pengunjung dapat menyaksikan peninggalan nenek moyang yang luar biasa secara langsung, memperkaya pemahaman sejarah mereka.
Keberadaan cagar budaya seperti Candi Sewu dan Keraton Ratu Boko adalah jendela menuju sejarah bangsa. Melalui kunjungan, masyarakat dapat memahami peradaban masa lampau. Ini juga menumbuhkan rasa bangga akan warisan budaya Indonesia yang tak ternilai harganya.
Upaya Percepatan Restorasi Candi menjadi investasi jangka panjang bagi bangsa. Selain melestarikan, ini juga membuka peluang edukasi dan rekreasi yang berharga. Dengan demikian, cagar budaya akan terus relevan dan memberikan inspirasi bagi banyak orang dari berbagai generasi.
Sumber: AntaraNews