Tuntas Tahun Ini, Revitalisasi Cagar Budaya Jambi di Candi Muaro Jambi Bakal Jadi Daya Tarik Wisata Dunia!
Menteri Kebudayaan Fadli Zon fokus pada Revitalisasi Cagar Budaya Jambi, menargetkan museum di Kawasan Candi Muaro Jambi tuntas tahun ini, dan berpotensi menjadi daya tarik wisata global.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkapkan bahwa pengembangan atau revitalisasi cagar budaya di Jambi menjadi salah satu fokus utama pihaknya. Pernyataan ini disampaikan setelah gelaran Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 di Jakarta, Selasa lalu. Prioritas utama diberikan pada finalisasi revitalisasi Kawasan Candi Muaro Jambi (KCMJ) dan pembangunan museum di sana.
Target ambisius telah ditetapkan untuk penyelesaian museum di Kawasan Candi Muaro Jambi, diharapkan dapat tuntas pada tahun ini. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mempromosikan potensi pariwisata daerah. Jambi menjadi titik awal sebelum fokus serupa dialihkan ke provinsi lain di masa mendatang.
Revitalisasi KCMJ ini diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata yang signifikan, sehingga berdampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar. Dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang, situs bersejarah ini akan semakin dikenal luas. Kawasan Candi Muaro Jambi akan menjadi destinasi budaya yang terkenal di mata masyarakat Indonesia dan internasional.
Fokus Utama Kementerian Kebudayaan di Jambi
Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara tegas menyatakan komitmennya terhadap pengembangan budaya di Jambi. "Kita memang akan fokus untuk Jambi, terutama di dalam finalisasi, revitalisasi dari cagar budaya yang ada di Jambi dan juga museumnya," kata Fadli Zon. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya situs-situs bersejarah di provinsi tersebut.
Pembangunan museum di Kawasan Candi Muaro Jambi menjadi prioritas utama yang ditargetkan selesai pada tahun ini. Fadli Zon berharap, "Mudah-mudahan museum bisa kita tuntaskan pada tahun ini, next step awal untuk provinsi yang lain dan lain-lain." Penyelesaian museum ini akan menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian dan edukasi budaya.
Revitalisasi KCMJ diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata secara signifikan. Dengan menjadi situs yang terkenal, kawasan ini akan menarik lebih banyak pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri. Peningkatan kunjungan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Revitalisasi KCMJ: Harmonisasi Cagar Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat
Kawasan Candi Muaro Jambi bakal direvitalisasi pemerintah dengan konsep harmonisasi keaslian cagar budaya dengan ekosistem alam yang sudah terbentuk. Pendekatan ini memastikan bahwa upaya pelestarian tidak hanya fokus pada struktur fisik, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan sekitarnya. Hal ini menciptakan pengalaman yang lebih otentik bagi para pengunjung.
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) juga mendorong masyarakat sekitar Kawasan Candi Muaro Jambi (KCMJ) untuk ikut serta dalam memajukan kawasan. Partisipasi aktif dari komunitas masyarakat delapan desa di sekitar cagar budaya ini sangat penting. Keterlibatan mereka akan memastikan keberlanjutan dan kepemilikan lokal terhadap warisan budaya tersebut.
Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, menjelaskan bahwa KCMJ merupakan situs bersejarah yang tidak hanya memiliki nilai arkeologi, tetapi juga nilai budaya yang kaya. KCMJ memiliki ciri khas tersendiri yaitu mampu melakukan pemberdayaan terhadap seluruh masyarakat yang ada di sekitar secara bergotong royong. Hal ini menunjukkan potensi besar KCMJ sebagai pusat pengembangan masyarakat.
Kompleks Cagar Budaya Muaro Jambi terletak di Kecamatan Maro Sebo, sekitar 26 kilometer sebelah timur Kota Jambi. Dibutuhkan waktu sekitar 40 menit dari Sengeti, pusat Ibu Kota Muaro Jambi, menuju kompleks candi seluas 3.981 hektare ini. Luasnya kawasan ini menunjukkan skala proyek revitalisasi yang sedang berlangsung.
Detail Revitalisasi: Fisik, Sejarah, dan Museum Baru
Revitalisasi kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi berfokus pada dua hal utama, yaitu pembangunan fisik dan penggalian sejarah serta peradaban masa lampau. Tujuan utamanya adalah agar kekayaan sejarah ini bisa dikenali oleh generasi sekarang dan orang-orang pada masa depan. Upaya ini mencakup penelitian mendalam dan restorasi.
Bukan hanya memperbaiki infrastruktur, revitalisasi tersebut juga meliputi ekskavasi simbol-simbol peradaban lampau, observasi, dan memotret seluk beluk sejarah yang sarat muatan agama, budaya, dan pendidikan. Pendekatan komprehensif ini memastikan bahwa setiap aspek sejarah dan budaya kawasan ini dapat dipelajari dan dilestarikan dengan baik.
Pemugaran dalam bentuk fisik dilakukan pada empat candi utama, yaitu Candi Kotomahligai, Candi Parit Duku, Menapo Alun-alun, dan Candi Sialang. Selain itu, optimalisasi juga dilakukan pada kawasan candi yang sudah dikenal warga, seperti Candi Gumpung, Kedaton, dan Candi Kembar Batu. Semua upaya ini bertujuan mengembalikan keaslian dan keindahan situs.
Di samping itu, Pemerintah Pusat juga membangun museum cagar budaya Muaro Jambi yang baru. Museum ini akan memuat artefak sejarah seperti serpihan arca dan makara yang disinyalir sebagai peninggalan purbakala hasil karya dan pemikiran di zaman Kerajaan Sriwijaya. Museum ini akan menjadi pusat edukasi dan pameran penting bagi pengunjung.
Sumber: AntaraNews