Prabowo: Demi Allah Saya Tidak akan Mundur Setapak pun, Saya Yakin Rakyat Bersama Saya!

Prabowo mengungkapkan bahwa terdapat indikasi kelompok dari luar daerah yang datang ke suatu lokasi dengan tujuan untuk menimbulkan kerusuhan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Prabowo: Demi Allah Saya Tidak akan Mundur Setapak pun, Saya Yakin Rakyat Bersama Saya!
Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri saat jumpa pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu (31/8/2025) (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden) (© 2025 Liputan6.com)

Presiden Prabowo Subianto mencium adanya indikasi makar di balik aksi demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhan dalam beberapa hari terakhir. Sebagai contoh, ia menyebutkan insiden pembakaran gedung DPRD Kota Makassar pada Jumat, 29 Agustus 2025, yang mengakibatkan tiga orang meninggal dan lima lainnya mengalami luka-luka.

"Ini tindakan-tindakan makar, bukan penyampaian aspirasi," katanya saat mengunjungi masyarakat dan anggota Polri yang dirawat di RS Polri Jakarta Timur akibat aksi demo ricuh,Senin (1/9/2025).

Ia menegaskan berdiri di samping rakyat Indonesia dan berkomitmen untuk memberantas korupsi serta melawan mafia, tidak peduli siapa mereka atau seberapa besar kekuatan yang mereka miliki.

"Demi Allah, saya tidak akan mundur setapak pun, saya yakin rakyat bersama saya," katanya.

Ia juga menyatakan bahwa seluruh aparat negara akan bergerak untuk menyelidiki dan menuntaskan kasus pihak-pihak yang bertanggung jawab atas demonstrasi yang berujung kerusuhan tersebut.

"Jadi semua aparat negara akan selidiki, siapa yang bertanggung jawab," ucapnya.

Prabowo Klaim Pemerintah Berjuang Keras Membela Rakyat Kecil

Prabowo menekankan komitmennya untuk terus berjuang demi kepentingan rakyat Indonesia. Ia menyatakan bahwa seluruh program pemerintahannya ditujukan untuk membantu masyarakat kecil dan kelompok yang paling rentan.

Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa perjuangan pemerintah tidak main-main dalam memastikan keadilan ekonomi dan sosial dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

"Pemerintah kita berjuang keras untuk membela rakyat kecil. Semua program saya tujuannya membela rakyat kecil, dan hasilnya sudah mulai terlihat," ungkapnya.

Prabowo juga menjelaskan bahwa ia telah mengajak para pengusaha besar untuk memastikan mereka melaksanakan tanggung jawab sosial mereka dengan adil, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja.

"Saya katakan pada mereka, kamu sudah besar, kamu kerja dengan baik, kamu penting. Tapi saya harus urus yang paling lemah, yang paling miskin," tambahnya.

Namun, di tengah usaha pemerintah untuk membantu masyarakat, Prabowo mengungkapkan keprihatinan terhadap adanya kelompok tertentu yang memprovokasi masyarakat. Ia mencatat adanya indikasi kelompok dari luar daerah yang datang dengan niat untuk menciptakan kerusuhan.

"Ya jadi ini keprihatinan saya, tapi tidak ada masalah. Kita akan tegas. Saya dipilih oleh rakyat, saya punya mandat dari rakyat, saya disumpah menjalankan undang-undang dasar dan akan saya jalankan," tegasnya.

Demo yang Berujung pada Kerusuhan

Sejak 25 Agustus 2025, gelombang demonstrasi besar-besaran telah melanda berbagai daerah. Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh kemarahan masyarakat terkait kenaikan tunjangan anggota DPR.

Ketegangan semakin meningkat setelah insiden tragis yang mengakibatkan Affan Kurniawan tewas terlindas oleh kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Jakarta pada 28 Agustus 2025. Protes yang awalnya terpusat di ibu kota dengan cepat menyebar ke kota-kota lain seperti Surabaya, Makassar, Yogyakarta, dan Bandung.

Di banyak lokasi, aksi demonstrasi berujung pada bentrokan antara massa dan aparat keamanan, serta terjadi pembakaran gedung pemerintah dan penjarahan fasilitas umum. Di Makassar, misalnya, Gedung DPRD Sulawesi Selatan dibakar oleh massa, yang mengakibatkan tiga orang tewas dan beberapa lainnya terluka.

Di Surabaya, Gedung Negara Grahadi juga menjadi sasaran amuk massa, di mana area sekitarnya dihujani lemparan batu dan molotov. Yogyakarta mengalami pembakaran kantor pelayanan SIM dan SPKT Mapolda DIY, sedangkan di Bandung, rumah dinas MPR dibakar dan fasilitas umum lainnya dirusak.

Kerusuhan serupa juga terjadi di Pontianak, Solo, Malang, dan sejumlah kota lainnya, dengan massa menyerang gedung DPRD, pos polisi, serta membakar kendaraan dan fasilitas umum.

Rekomendasi