Kaget dan Takutnya Warga Temukan Pria Bersimbah Darah 'Mematung' Usai Bunuh Ibu Kandung
Pelaku tak kunjung sembuh meski sering menjalani pengobatan baik medis maupun alternatif.
Polisi telah merujuk JH (37) ke Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang untuk pemeriksaan kejiwaan usai membunuh ibu kandungnya sendiri, SZ (66). Kejadian itu membuat warga syok dan tak percaya pelaku nekat melakukannya.
Kasatreskrim Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur AKP Mukhlis mengatakan, tes kejiwaan dilakukan karena berdasarkan keterangan saksi bahwa pelaku mengidap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Pelaku tak kunjung sembuh meski sering menjalani pengobatan baik medis maupun alternatif.
"Dari keterangan kades dan warga, pelaku mengidap ODGJ, tapi perlu pemeriksaan lanjutan, pelaku kami rujuk ke Palembang," ungkap Kasatreskrim Polres OKU Timur AKP Mukhlis, Kamis (11/9).
Mukhlis menyebut pelaku dan korban hanya tinggal berdua sejak ayahnya meninggal beberapa tahun lalu. Selama ini tidak ada sikap mencolok dari pelaku yang membahayakan keluarga maupun warga sekitar.
"Warga kaget pelaku melakukannya karena selama ini wajar-wajar saja walaupun gangguan jiwa," kata Mukhlis.
Warga Ketakutan
Usai kejadian, warga mengaku sangat ketakutan dan bingung berbuat apa saat melihat pelaku hanya duduk mematung usai membunuh ibu kandungnya.
Tangannya masih memegang sebilah golok yang bersimbah darah dan percikan juga mengenai badannya.
Akhirnya warga melapor ke kades setempat dilanjutkan ke polisi sehingga korban dapat dievakuasi dan pelaku diamankan. Polisi sempat dibuat bingung karena pelaku sulit diajak komunikasi perihal kejadian itu.
"Ditanya tidak nyambung, lebih banyak linglung," kata Mukhlis.
Sebelumnya, JH (37), diamankan polisi karena membunuh ibu kandungnya sendiri, SZ (66), hingga tewas. Pelaku tengah menjalani tes psikologis di rumah sakit untuk mengetahui kejiwaannya.
Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Selasa (9/9) malam. Pelaku dan korban tinggal berdua di sebuah rumah.
Kejadian itu terungkap saat tetangga mendengar teriakan korban dari dalam rumah. Warga lantas masuk dan menemukan korban tergeletak dengan luka parah di leher.
Di sampingnya masih berdiri pelaku sambil memegang sebilah golok. Tangan dan tubuhnya dipenuhi darah ibunya.
Tak lama polisi datang untuk mengevakuasi korban yang sudah tewas dan mengamankan pelaku. Olah TKP juga langsung dilakukan penyidik.
"Pelaku membunuh ibu kandungnya sendiri dengan cara melukai bagian leher," ungkap Kapolsek Buay Pemuka Peliung Iptu Jendri Simanjuntak, Kamis (11/9).
Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap motif pembunuhan. Teranyar penyidik mendapat informasi bahwa pelaku mengidap gangguan kejiwaan dan masih dalam proses pengobatan.
Namun untuk memastikan status pelaku, polisi memandang perlu dilakukan pemeriksaan kejiwaan terhadapnya. Jika hasilnya positif, pelaku tak dapat dijerat hukum.
"Untuk sementara kita tahan dulu seraya menunggu hasil tes kejiwaan," kata Jendri.