Heboh Unggahan 10 Titik Rawan Begal di Jakarta, Polda Metro Jaya Respons Begini
Sejumlah kasus kriminal memang pernah terjadi di beberapa wilayah Jabodetabek. Namun, kasus-kasus itu sudah ditindak.
Unggahan soal 10 titik rawan begal di Jakarta ramai beredar di media sosial. Polisi pun memberikan respon. Dalam unggahan beberapa akun Instagram, disebut ada sedikitnya 10 lokasi yang diklaim rawan begal, mulai dari Kebon Jeruk-Arjuna Utara, Palmerah-Tamansari, Tambora-Grogol, Underpass Senen, Kemayoran-Benyamin Sueb, Flyover Kampung Melayu-Klender, Duren Sawit, RE Martadinata-Ancol, Jalan Raya Bogor hingga kawasan BKT.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, sejumlah kasus kriminal memang pernah terjadi di beberapa wilayah Jabodetabek. Namun, kasus-kasus itu sudah ditindak.
"Nah kita lihat, tadi disampaikan, kalau ada di media sosial beberapa titik, memang tadi disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum, ada beberapa kejadian seperti di Bekasi, di daerah Tangerang, di daerah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, tetapi itu kan sudah dilakukan penindakan," kata Budi saat konferensi pers, Jumat (22/5).
Menurut dia, label 'titik rawan' tak bisa asal diucapkan tanpa kajian yang jelas. "Nah kalau memang itu menjadi rawan, kita kan harus melihat, titik rawan ini rawan apa? Rawan kriminalitas kah, rawan laka lantaskah, iya kan? Rawan terhadap apa? Nah ini harus dikaji," terang dia.
Warga Diimbau Tak Mudah Termakan Konten
Budi kemudian mengingatkan warga agar tidak mudah termakan konten yang bisa membuat rasa takut berlebihan.
"Jadi kami mengimbau pada seluruh masyarakat, jangan penuh kekhawatiran menimbulkan fear of crime dengan adanya beberapa konten yang muncul di media sosial," ujar dia.
Budi mengatakan pengamanan wilayah terus diperkuat lewat patroli gabungan aparat sampai keterlibatan warga.
"Sejauh ini Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Pemerintah Provinsi DKI, dan keterlibatan masyarakat melalui Siskamling, Sabuk Kamtibmas, tidak seperti yang dikhawatirkan di dalam media sosial unggahan, tidak seperti itu," ucap dia.
Durasi Patroli
Menurut dia, durasi patroli juga ditambah dari level kecil sampai besar, mulai Koramil-Polsek, Kodim-Polres hingga Kodam Jaya bersama Polda Metro Jaya.
Tak cuma itu, pengawasan wilayah diperkuat melalui integrasi CCTV bersama Pemprov DKI.
"Jadi termasuk ada penggabungan dari Pemprov DKI, penggabungan CCTV, dan ini sudah membatasi blank spot, blind spot yang ada terhadap tindak pidana yang ada,” tandas dia.