Rekam Jejak Asep Edi Suheri Kapolda Metro Jaya Pertama Berpangkat Bintang 3, Pernah Tangani Kasus Sambo dan Fredy Pratama
Kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya ini menjadi perhatian karena sebelumnya jabatan tersebut umumnya diisi perwira berpangkat Irjen atau bintang dua.
Polda Metro Jaya kini dipimpin perwira tinggi berpangkat komisaris jenderal setelah Asep Edi Suheri resmi naik pangkat menjadi jenderal bintang tiga. Asep Edi Suheri sebelumnya berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) saat menjabat Kapolda Metro Jaya.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya menjadi jenderal bintang tiga merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Tindak lanjut arahan Bapak Presiden untuk di Jakarta, Pangdam dan Kapolda bintang tiga,” kata Sigit di Jakarta, Kamis (14/5).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan kenaikan pangkat tersebut. "Benar untuk Kapolda Metro Jaya saat ini berpangkat Komisaris Jenderal Polisi berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/POLRI/TAHUN 2026 TANGGAL 13 MEI 2026," kata Budi.
Rekam Jejak Asep Edi Suheri
Kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya ini menjadi perhatian karena sebelumnya jabatan tersebut umumnya diisi perwira berpangkat Irjen atau bintang dua.
Di sisi lain, Asep Edi Suheri memiliki segudang pengalaman di bidang reserse. Nama Asep makin mentereng saat menjabat Dirtipidsiber Bareskrim Polri dengan pangkat Brigjen dan menangani sederet kasus besar.
Saat masih menjabat Dirtipidsiber Bareskrim, Asep memiliki peran penting dalam membongkar kasus pembunuhan Brigadir Joshua atau Brigadir J oleh eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Kasus ini memiliki banyak kejanggalan lantaran Ferdy Sambo melakukan sederet upaya untuk merekayasa pembunuhan.
Di sini, peran Asep terlihat. Dia sosok penting dalam membongkar keberadaan CCTV yang sempat hilang di rumah Ferdy Sambo. Asep membuka tabir rekayasa Ferdy Sambo yang memerintahkan untuk mengambil dan merusak CCTV dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Ketika menjabat Wakil Kepala Bareskrim Polri, Asep juga punya andil dalam memburu gembong narkoba kelas kakap. Fredy menjadi buronan karena terlibat mengendalikan peredaran sabu dan ekstasi lintas negara dari Thailand.
Fredy diketahui menggunakan berbagai nama samaran seperti The Secret, Cassanova, Mojopahit, dan Airbag, serta sudah lama jadi target operasi Bareskrim Polri.
Asep mengejar Fredy dan menangkap kaki tangannya. Sebanyak 58 anak buah Fredy telah ditangkap. Asep juga menyita aset miliaran Fredy Pratama dari hasil pencucian uang dari bisnis haram narkoba.
Tidak hanya itu, Asep memiliki peran dalam mengungkap kasus penipuan aplikasi Quotex yang menjadi perbincangan di tengah masyarakat pada Maret 2022. Asep menyeret crazy rich asal Bandung, Doni Salmanan ke bui. Doni dijerat dengan UU ITE, TPPU, dan KUHP karena menyebarkan informasi palsu dan melakukan penipuan.
Sosok Asep Edi Suheri
Asep Edi Suheri kelahiran 16 November 1972. Dia adalah putra dari purnawirawan TNI AD bernama Letkol Infantri Purn Anumerta A Sukmana. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini mengawali kariernya di Korps Bhayangkara sebagai sebagai Kasubbagbungkol Spripim Polri.
Berikutnya, Asep mengemban tugas di sejumlah wilayah, antara lain Kapolresta Cirebon tahun 2011, Kapolres Sukabumi tahun 2012, Wakapolres Metro Bekasi Kota tahun 2015 hingga Kapolresta Tangerang tahun 2016.
Kabaglotas Set NCB Interpol Divhubinter Polri di tahun 2017. Tiga tahun di jabatan tersebut, Asep Edi kemudian diangkat menjadi Wadirtipidter Bareskrim Polri (2020). Pada tahun yang sama itu, Asep ditunjuk menjadi Karokorwas PPNS Bareskrim Polri.
Berikutnya, Asep Edi dimutasi ke Kabaglotas Set NCB Interpol Divhubinter Polri di tahun 2017. Tiga tahun Asep bertugas di jabatan tersebut.
Asep kemudian diangkat menjadi Wadirtipidter Bareskrim Polri (2020). Pada tahun yang sama itu, Asep ditunjuk menjadi Karokorwas PPNS Bareskrim Polri. Pada 2021, Irjen Asep Edi menjabat sebagai Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.