Jalan, Rumah, Lahan Pertanian Hingga Sekolah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem di Kupang, Warga Ramai-Ramai Ngungsi
Saat kejadian semua warga panik dan kabur ke tempat yang lebih aman untuk menyelematkan diri, serta surat berharga mereka-mas
Longsor terjadi di Kampung Sonan, Desa Bitobe, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Longsor membuat jalan penghubung antar desa terputus hingga lahan pertanian warga tertimbun.
Jalan penghubung yang terputus yakni dari Desa Fatumonas, Ibu Kota Kecamatan Amfoang Tengah.
"Lebar longsor itu diperkirakan 2-3 meter. Namun saya belum bisa memastikan jalan putus itu panjangnya berapa meter," ujar Camat Amfoang Tengah, Marsyuner Prayudin Bureni.
Selain itu, gedung SDN Fatululat di Desa Fatumonas, Kecamatan Amfoang Tengah juga ambruk karena angin kencang dan longsor.
"Itu penyebabnya karena banjir di sejumlah sungai kecil yang meluap disertai longsor, hingga berdampak pada jalan, rumah warga dan gedung SDN Fatululat," katanya.
Longsor yang terjadi juga hampir menyebabkan belasan rumah tertimbun guguran tanah. Meski selamat, warganya memilih mengungsi ke gereja terdekat karena takut rumah mereka terdampak di waktu lainnya
Menurut Marsyuner Prayudin Bureni, saat kejadian semua warga panik dan kabur ke tempat yang lebih aman untuk menyelematkan diri, serta surat berharga mereka-masing.
"Mereka mengungsi membawa makanan seadanya, beruntung tidak ada korban jiwa," ujarnya.
Pilihan warga mengungsi demi keselamatan. Meski demikian , mereka berat hati meninggalkan rumahnya karena saat bersamaan lahan pertanian mereka juga porak poranda.
"Lahan yang ditanami kopi, pinang, jeruk, kemiri, sirih, kelapa, pisang, nangka, jagung, padi dan singkong, seluas lima hektar tertimbun longsor" ungkapnya.
"Sejak kemarin kami bersama aparat desa setempat langsung mengevakuasi warga ke lokasi yang aman. Kami hanya fokus penanganan terhadap warga saja. Untuk rumah dan lahan warga kami akan cek langsung hari ini," ujarnya.