Longsor Cianjur Terjang Campaka Mulya, Enam Rumah Rusak dan Akses Jalan Terputus
Bencana longsor Cianjur kembali terjadi, menghantam Desa Campakawarna dan menyebabkan enam rumah rusak berat serta memutus akses jalan utama. Warga diimbau waspada.
Bencana longsor melanda Desa Campakawarna, Kecamatan Campaka Mulya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa, 3 Februari 2026. Peristiwa ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sepanjang hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur segera merespons kejadian ini dengan mengirimkan petugas ke lokasi.
Laporan awal BPBD Cianjur menunjukkan enam rumah warga mengalami kerusakan parah akibat tertimbun material longsor. Selain itu, sebuah tempat ibadah juga turut terdampak dan mengalami kerusakan signifikan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena warga telah mengungsi lebih dulu.
Akibat longsor, jalur utama penghubung antar-desa di Campakawarna sepanjang 150 meter terputus total. Material longsoran tanah setinggi lebih dari satu meter menutupi badan jalan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. Petugas kini berupaya melakukan penanganan cepat untuk memulihkan akses.
Dampak Kerusakan dan Upaya Penanganan Longsor Cianjur
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengonfirmasi bahwa timnya telah berada di lokasi untuk melakukan pendataan menyeluruh. Fokus utama adalah memastikan keselamatan warga serta mengidentifikasi skala kerusakan yang ditimbulkan oleh longsor Cianjur. Petugas juga membantu warga yang terdampak untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Data sementara menunjukkan enam unit rumah, termasuk satu tempat ibadah, mengalami kerusakan berat akibat timbunan longsor. Beruntungnya, seluruh penghuni rumah telah berhasil dievakuasi sebelum bencana terjadi. Hal ini menjadi prioritas utama BPBD dalam setiap penanganan bencana alam.
Selain kerusakan bangunan, akses jalan utama di Desa Campakawarna juga lumpuh total. Jalan sepanjang 150 meter tertutup material longsor setinggi lebih dari satu meter, menghambat mobilitas warga. Kondisi ini membuat jalur tersebut tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
BPBD Cianjur telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera menurunkan alat berat. Tujuannya adalah membuka kembali akses jalan yang terputus agar warga tidak terisolasi. Penanganan cepat ini diharapkan dapat memulihkan konektivitas antar-desa dalam waktu dekat.
Peringatan Dini dan Kesiapsiagaan Bencana di Cianjur
Mengingat curah hujan yang masih tinggi, BPBD Cianjur mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Bencana alam seperti longsor Cianjur dapat terjadi kapan saja, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah ini. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko dampak yang lebih besar.
Warga yang tinggal di lereng bukit atau pinggiran sungai diminta untuk lebih jeli membaca tanda-tanda alam. Apabila hujan turun deras dengan intensitas lebih dari dua jam, khususnya pada malam hari, segera lakukan evakuasi mandiri. Mengungsi ke tempat yang lebih aman adalah langkah preventif yang sangat penting demi keselamatan jiwa.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menekankan pentingnya respons cepat dari masyarakat. Pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan secara berkala. Informasi terkini akan selalu disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi resmi.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya mitigasi bencana. BPBD Cianjur juga memastikan bahwa bantuan perbaikan akan diajukan untuk rumah-rumah yang rusak. Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membantu pemulihan pasca-bencana.
Sumber: AntaraNews