Tanah Longsor Kudus Terjang Desa Rahtawu, Tiga Rumah Warga Terdampak Akibat Hujan Deras

Bencana Tanah Longsor Kudus melanda Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Gebog, mengakibatkan tiga rumah warga terdampak setelah curah hujan tinggi, memicu evakuasi dan penanganan cepat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tanah Longsor Kudus Terjang Desa Rahtawu, Tiga Rumah Warga Terdampak Akibat Hujan Deras
Bencana Tanah Longsor Kudus melanda Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Gebog, mengakibatkan tiga rumah warga terdampak setelah curah hujan tinggi, memicu evakuasi dan penanganan cepat. (AntaraNews)

Bencana alam tanah longsor melanda Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu, 11 Januari, sekitar pukul 07.00 WIB. Peristiwa ini terjadi menyusul intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Akibat insiden ini, setidaknya tiga rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dan terdampak material longsoran.

Kapolsek Gebog AKP Siswanto menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika warga melihat retakan tanah di depan rumah mereka. "Awalnya warga melihat tanah di depan rumah retak dan bergerak. Warga langsung menyelamatkan diri dan mengajak anggota keluarga ke luar rumah," ujarnya. Material longsoran dari tebing setinggi sekitar 10 meter kemudian menimpa bagian atap belakang salah satu rumah warga.

Pihak kepolisian bersama jajaran segera merespons laporan kejadian tanah longsor ini. "Kami langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Prioritas kami memastikan keselamatan masyarakat, membantu evakuasi, serta mengantisipasi kemungkinan longsor susulan," ujar AKP Siswanto. Penanganan ini dilakukan secara gotong royong bersama relawan dan masyarakat setempat guna memastikan keselamatan seluruh warga terdampak.

Tanah longsor di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, terjadi pada pagi hari saat warga bersiap memulai aktivitas. Retakan tanah yang muncul menjadi tanda awal bencana, mendorong warga untuk segera mengevakuasi diri. Kecepatan respons warga sangat membantu dalam mencegah potensi korban jiwa akibat pergerakan tanah.

Material longsoran berupa tanah dan bebatuan jatuh dari tebing setinggi 10 meter, langsung menimpa atap belakang salah satu rumah warga. Kapolsek Gebog AKP Siswanto mengonfirmasi bahwa total ada tiga rumah yang terdampak langsung oleh peristiwa ini. "Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 30 juta," ujarnya.

Petugas kepolisian bersama tim gabungan segera tiba di lokasi setelah menerima laporan. Prioritas utama mereka adalah memastikan keselamatan masyarakat dan mengantisipasi kemungkinan longsor susulan. Upaya evakuasi dan pembersihan material longsor segera dilakukan untuk memulihkan kondisi di area terdampak.

Setelah menerima laporan, pihak kepolisian langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk membantu penanganan. Proses pembersihan material longsor dilakukan secara gotong royong oleh aparat, relawan, dan masyarakat setempat. Akses jalan yang sempat tertutup oleh material longsor kini sudah dapat dilalui kembali oleh warga.

Meskipun akses jalan telah dibuka, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas, terutama ketika hujan deras. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa, relawan tanggap bencana, dan unsur TNI. Koordinasi ini bertujuan untuk melakukan penanganan lebih lanjut serta pemantauan di wilayah rawan longsor.

Kapolsek Siswanto mengimbau warga yang tinggal di wilayah perbukitan dan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat intensitas hujan tinggi. Warga diminta untuk segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah. Langkah proaktif ini diharapkan dapat meminimalkan risiko dan dampak bencana di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi