Banjir dan Longsor Agam Terjang Palembayan, Belasan Rumah Terendam dan Tiga Warga Tertimbun
Bencana Banjir dan Longsor Agam melanda Kecamatan Palembayan, merendam belasan rumah dan menyebabkan tiga warga tertimbun material longsor. Simak detail dampak dan penanganannya.
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Selasa sore (30/12) memicu terjadinya bencana alam. Banjir dan tanah longsor melanda beberapa titik di Kecamatan Palembayan, menyebabkan kerugian materi dan korban luka-luka.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam melaporkan bahwa 12 unit rumah di Tapian Kandih terendam banjir dengan ketinggian signifikan. Selain itu, tiga warga di Ngungun juga menjadi korban tanah longsor yang menimbun satu unit rumah mereka.
Insiden ini tidak hanya merusak permukiman warga tetapi juga mengganggu akses jalan utama, termasuk jalan nasional penghubung Padang-Pasaman Barat. Tim gabungan segera bergerak cepat untuk mengevakuasi korban dan membersihkan material longsor demi memulihkan kondisi.
Dampak Banjir Melumpuhkan Tapian Kandih Agam
Banjir Agam dengan ketinggian mencapai 60 centimeter merendam sebanyak 12 unit rumah warga di Tapian Kandih, Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan. Curah hujan yang intens pada Selasa sore menjadi pemicu utama bencana ini.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, menjelaskan bahwa dua warga, Joni Tro Asman (35) dan Rijal Islami (34), sempat terjebak banjir. "Warga yang terjebak berhasil di evakuasi pada pukul 20.00 WIB," kata Abdul Ghafur.
Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi akses jalan sepanjang 100 meter di Jorong Tapian Kandih dengan ketinggian mencapai 80 centimeter. Beruntungnya, genangan air pada akses jalan tersebut sudah mulai surut secara bertahap.
Banjir juga melumpuhkan jalan nasional penghubung Padang-Pasaman Barat di Muaro Kandang, Nagari Salareh Aia Barat, sepanjang sekitar satu kilometer dengan ketinggian 80-100 meter. Akibatnya, antrean kendaraan sepanjang dua kilometer sempat terjadi, namun kini jalan sudah bisa dilalui setelah air surut.
Tanah Longsor Agam Timpa Rumah dan Lukai Warga di Ngungun
Tak hanya banjir, bencana tanah longsor Agam juga terjadi di Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Satu unit rumah tertimbun material longsor, menyebabkan tiga orang korban mengalami luka-luka.
Ketiga korban tersebut adalah Yuslinar (58) dengan kondisi luka-luka, Nayla Firsty Alona (14) yang mengalami patah pada bagian kaki, dan Rina (15) dengan kondisi luka-luka. Mereka segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
"Ketiga korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung untuk perawatan medis," ujar Abdul Ghafur.
Peristiwa longsor ini menunjukkan kerentanan wilayah Agam terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat musim penghujan dengan curah hujan tinggi. Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi sangat penting untuk mengurangi risiko dampak bencana serupa.
Akses Jalan Kembali Normal Setelah Pembersihan Material Longsor
Material tanah longsor di Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, juga menimbun badan jalan sekitar 20 meter dengan ketinggian mencapai 1,5 meter. Ini menyebabkan terputusnya akses transportasi di wilayah tersebut untuk sementara waktu.
Tim penanggulangan bencana segera mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutupi jalan. Kerja cepat ini memastikan bahwa akses jalan dapat segera dipulihkan demi kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik.
"Akses jalan sudah bisa dilewati kendaraan pada pukul 15.35 WIB," jelas Abdul Ghafur, mengonfirmasi bahwa jalur tersebut telah kembali normal.
Meskipun demikian, BPBD Agam terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu. Pemantauan berkala terhadap daerah rawan bencana terus dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
Sumber: AntaraNews