Banjir bandang yang melanda wilayah Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah menyebabkan peningkatan drastis jumlah pengungsi. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam menunjukkan angka pengungsi mencapai 428 orang. Peristiwa ini terjadi setelah banjir kembali melanda pada Kamis (1/1), menambah daftar panjang bencana di daerah tersebut.
Sebelumnya, BPBD Agam mencatat hanya 314 orang yang mengungsi akibat bencana ini, namun kini jumlahnya melonjak tajam. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengonfirmasi peningkatan ini pada Jumat (2/1) di Lubuk Basung. Warga terpaksa meninggalkan rumah mereka yang rusak atau berada di zona merah di sepanjang Sungai Muaro Pisang.
Peningkatan jumlah pengungsi ini juga diikuti dengan bertambahnya kepala keluarga yang terdampak, dari 100 menjadi 160 kepala keluarga. Mereka kini menempati mushala, rumah kerabat, dan fasilitas pemerintahan sebagai tempat perlindungan sementara. Kerugian material juga signifikan, dengan beberapa unit rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan parah.
Advertisement
Advertisement
Jumlah pengungsi akibat banjir bandang di Maninjau Agam terus bertambah, mencerminkan meluasnya dampak bencana. Warga yang terdampak kini mencari perlindungan di berbagai lokasi aman, termasuk mushala dan rumah keluarga. Situasi ini menunjukkan urgensi penanganan dan bantuan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Abdul Ghafur dari BPBD Agam menjelaskan bahwa peningkatan signifikan ini terjadi setelah banjir kembali menerjang. Banyak rumah warga yang kini tidak layak huni atau berada di area berisiko tinggi. Upaya evakuasi dan penyediaan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah.
Bencana ini tidak hanya menyebabkan pengungsian, tetapi juga kerusakan material yang parah. Empat unit rumah, tiga unit warung, dan dua penginapan dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat bencana ini. Kerugian ini menambah beban bagi warga Maninjau Agam yang sudah beberapa kali menghadapi ancaman banjir serupa.
Advertisement
Advertisement
Banjir bandang yang berulang kali melanda Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, disebabkan oleh meluapnya Sungai Muaro Pisang. Fenomena ini bukan kali pertama terjadi, menunjukkan adanya masalah struktural dan lingkungan yang perlu ditangani. Curah hujan tinggi menjadi pemicu utama meluapnya debit air sungai.
Penyebab spesifik banjir bandang terbaru adalah longsor tebing jalan di Kelok 25, Jorong Kuo Tigo Koto, Nagari Matua Mudik, Kecamatan Matur, pada Rabu (31/12) malam. Material longsor menutupi aliran sungai, menyebabkan penyumbatan dan perubahan arah aliran air. Air sungai kemudian mencari jalur baru menuju Simpang Maninjau, membawa serta material lumpur dan bebatuan.
Dampak dari perubahan aliran sungai ini sangat merusak, menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan properti warga. Material banjir juga menimbun badan jalan provinsi penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi sepanjang 30 meter dengan ketinggian satu meter, mengakibatkan jalan putus total. Tim gabungan telah mengerahkan alat berat sejak Jumat (2/1) pagi untuk membersihkan material yang menimbun badan jalan. Meskipun demikian, pantauan menunjukkan bahwa tidak ada material longsor yang menutupi aliran Sungai Muaro Pisang dari Kelok 9 menuju Kelok 25 saat ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews