Terisolasi Longsor, Pemkab Agam Usulkan Bantuan Udara untuk Salurkan Logistik dan Evakuasi Korban

Pemerintah Kabupaten Agam mengusulkan penyaluran Bantuan Udara Agam menggunakan helikopter untuk menjangkau enam jorong yang terisolasi akibat longsor dan jalan ambles, demi logistik dan evakuasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Terisolasi Longsor, Pemkab Agam Usulkan Bantuan Udara untuk Salurkan Logistik dan Evakuasi Korban
Pemerintah Kabupaten Agam mengusulkan penyaluran Bantuan Udara Agam menggunakan helikopter untuk menjangkau enam jorong yang terisolasi akibat longsor dan jalan ambles, demi logistik dan evakuasi. (AntaraNews)

Bencana tanah longsor dan jalan ambles parah telah mengisolasi sejumlah wilayah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Agam melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengusulkan solusi darurat. Mereka mengusulkan penyaluran bantuan dan evakuasi korban dilakukan melalui udara menggunakan helikopter.

Usulan krusial ini telah disampaikan langsung kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, saat kunjungan beliau ke lokasi terdampak. Langkah ini diambil menyusul terputusnya akses darat ke enam jorong di Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak. Jalan penghubung utama di sana terputus total akibat terban dan timbunan material longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, menegaskan bahwa penyediaan lokasi pendaratan helikopter telah disiapkan. Rencananya, operasi penyaluran bantuan melalui udara ini akan dimulai pada Sabtu (29/11). Prioritas utama adalah memastikan bantuan logistik sampai dan korban dapat dievakuasi dengan cepat.

Situasi di Kecamatan Malalak, khususnya Nagari Malalak Timur, sangat memprihatinkan. Enam jorong di wilayah tersebut kini berada dalam kondisi terisolasi total dari akses luar. Ini disebabkan oleh kerusakan parah pada jalan penghubung yang ambles dan tertimbun tanah longsor.

Rahmat Lasmono, Kepala Pelaksana BPBD Agam, menjelaskan bahwa kondisi jalan sangat tidak memungkinkan untuk dilalui. "Enam jorong di Nagari atau Desa Malalak Timur, Kecamatan Malalak terisolasi karena jalan penghubung enam jorong tersebut terputus total akibat terban dan tanah longsor," ujarnya. Oleh karena itu, opsi Bantuan Udara Agam menjadi satu-satunya jalan keluar.

Dengan terputusnya akses darat, upaya penyaluran bantuan logistik dan evakuasi warga menjadi sangat sulit. Penggunaan helikopter diharapkan dapat menjadi solusi efektif. Ini untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan mereka yang membutuhkan pertolongan medis dapat segera dievakuasi.

Tidak hanya Kecamatan Malalak, sejumlah wilayah lain di Kabupaten Agam juga mengalami dampak serupa. Banyak ruas jalan penting yang terputus akibat terban dan longsor di berbagai titik. Kondisi ini semakin memperparah upaya penanganan bencana dan distribusi Bantuan Udara Agam.

Ruas jalan provinsi penghubung Lubuk Basung menuju Bukittinggi via Sungai Landia kini terputus total. Material longsor dan terban di Sungai Landia menutup akses sepenuhnya. Demikian pula dengan jalan provinsi via Panta, yang juga tertutup tanah longsor dan terban.

Kerusakan juga terjadi pada jalan provinsi yang menghubungkan Padang Koto Gadang, Kecamatan Palembayan, ke Kecamatan Matur. Beberapa titik jalan di sana mengalami terban dan tertimbun material longsor. Bahkan, jalan nasional penghubung Bukittinggi menuju Medan, Sumatera Utara, juga terdampak dengan badan jalan yang terban di Padang Hijau dan lokasi lainnya.

Akibat meluasnya kerusakan infrastruktur ini, arus lalu lintas dari luar menuju Agam menjadi sangat sulit. Hanya akses Lubuk Basung menuju Kota Padang yang masih bisa dilalui. Rahmat Lasmono menegaskan, "Jalan terputus total masuk ke Agam karena banyak yang terban dan tertutup tanah longsor."

Di tengah upaya penyaluran Bantuan Udara Agam dan penanganan darurat, harapan besar tertumpu pada kondisi cuaca. Curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama pemicu bencana longsor dan terban ini. BPBD Agam berharap agar curah hujan segera mereda untuk mencegah bencana susulan.

Prioritas lain yang mendesak adalah pencarian korban yang tertimbun tanah longsor. Sebanyak 88 korban masih dalam pencarian dan diharapkan segera ditemukan. Proses ini memerlukan kondisi cuaca yang mendukung dan akses yang memadai.

Setelah fase darurat dan pencarian korban selesai, fokus akan beralih ke pemulihan dampak bencana. Pemulihan infrastruktur dan kehidupan masyarakat menjadi agenda penting. Koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten akan sangat krusial dalam tahapan ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi