BPBD Agam Catat 180 Korban Meninggal Akibat Bencana Hidrometeorologi, Puluhan Orang Masih Hilang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam melaporkan 180 korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi, sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian. Data **Korban Meninggal Bencana Agam** ini terus diperbarui.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Agam Catat 180 Korban Meninggal Akibat Bencana Hidrometeorologi, Puluhan Orang Masih Hilang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam melaporkan 180 korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi, sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian. Data **Korban Meninggal Bencana Agam** ini terus diperbarui. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), merilis data terkini mengenai dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat longsor dan banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (6/12) malam telah mencapai 180 orang.

Bencana alam ini telah menyasar beberapa kecamatan di Kabupaten Agam, dengan dampak paling parah terpusat di Kecamatan Palembayan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur terus bekerja keras melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan masih hilang hingga Minggu (7/12).

Selain menimbulkan korban jiwa, bencana ini juga mengakibatkan puluhan orang mengalami luka-luka, ribuan warga terpaksa mengungsi, dan kerusakan infrastruktur yang signifikan di berbagai lokasi. Upaya penanganan darurat dan bantuan kemanusiaan terus digencarkan untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

Data Terkini Korban Jiwa dan Pencarian

Rahmat Lasmono dari BPBD Agam merinci bahwa 180 korban meninggal dunia berasal dari beberapa kecamatan yang berbeda. Kecamatan Palembayan menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa terbanyak, yaitu 132 orang, menunjukkan intensitas bencana di area tersebut.

Selain Palembayan, korban meninggal juga tercatat di Malalak (11 orang), Tanjung Raya (10 orang), Matur (satu orang), dan Ampek Nagari (satu orang). Dari total korban jiwa, sebanyak 24 orang di antaranya belum berhasil teridentifikasi identitasnya, memerlukan proses identifikasi lebih lanjut.

Tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari 78 orang yang dilaporkan belum ditemukan hingga saat ini. Mayoritas korban hilang berada di Kecamatan Palembayan dengan 69 orang, diikuti Malalak (enam orang), Tanjung Raya (dua orang), dan Lubuk Basung (satu orang).

Proses pencarian ini melibatkan berbagai pihak, termasuk BPBD Agam, Basarnas, TNI, Polri, PMI, dan relawan. Upaya ini difokuskan di lokasi-lokasi terdampak parah untuk menemukan korban yang masih tertimbun atau hanyut akibat dahsyatnya bencana hidrometeorologi.

Dampak Kerusakan dan Kondisi Pengungsi

Bencana hidrometeorologi di Agam tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan material yang luas. Total 13 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Dampak sosial juga sangat terasa, dengan 10.167 warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko lanjutan. Selain itu, sebanyak 9.464 orang lainnya dilaporkan terisolir akibat akses jalan yang terputus, mempersulit penyaluran bantuan.

Kerusakan infrastruktur mencakup 377 unit rumah rusak ringan, 273 unit rusak sedang, dan 728 unit rusak berat. Jembatan juga mengalami kerusakan di 26 titik, meskipun sembilan di antaranya telah berhasil diperbaiki untuk memulihkan konektivitas.

Jalan rusak tercatat di 37 titik, dan 11 fasilitas pendidikan juga terdampak bencana ini, mengganggu proses belajar mengajar. Kerusakan yang meluas ini memerlukan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi yang komprehensif untuk memulihkan kondisi wilayah terdampak serta kehidupan masyarakat Agam.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi