Gerindra Buka 'Dapur' Rapat Kabinet Prabowo: Ada yang Gemetaran sampai Tukang Olah
Hal itu disampaikan Habiburokhman dalam acara 'Sarasehan Aktivis Lintas Generasi Memperingati Reformasi 1998' di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan (Jaksel).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman, mengungkapkan para menteri kabinet Merah-Putih selalu gemetaran sebelum rapat dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
Sebab, mereka selalu khawatir akan melakukan kesalahan ketika bekerja untuk Prabowo. Hal itu disampaikan Habiburokhman dalam acara 'Sarasehan Aktivis Lintas Generasi Memperingati Reformasi 1998' di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (21/5).
"Jangan kita underestimate dengan Pak Prabowo. Jangan seolah-olah Pak Prabowo gampang saja dikibulin para menteri, akan gampang saja dikerjain para menterinya. Enggak bos. Susah banget," kata Habiburokhman.
"Itu menteri-menteri mau rapat dengan Pak Prabowo saja sudah gemetaran kalau ada kesalahan. Saya tahu banget," sambungnya.
Tukang Olah
Habiburokhman mengatakan, jika seseorang datang menemui Prabowo dan tidak membawa pikiran ikhlas, maka mereka tidak akan mendapatkan apapun. Dia pun lantas bercerita, Prabowo tidak mudah dikelabui oleh 'tukang olah'.
"Saya 2010 masuk Partai Gerindra sampai sekarang, kalau kita sudah bawaannya mau ngolah, datang ke dia dalam tanda kutip, enggak dapat," jelas Habiburokhman.
Habiburokhman pun menduga Prabowo memiliki semacam indera keenam, sehingga tahu siapa saja orang-orang yang merupakan 'tukang olah' itu.
Sementara itu, Habiburokhman menyebut Prabowo juga memiliki strategi dalam memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di sekitarnya.
"Enggak tahu ya, dia ada kayak indera keenam gitu lho bos, Pak Prabowo ini. Ada yang tukang olah dia tahu. Memang tentu Pak Prabowo ini punya strategi dalam me-manage SDM di sekitar beliau. Dan ini juga ada masalah realitas politik. Enggak mungkin saat ini ada parpol yang bisa berkuasa sendirian," pungkasnya.