FOTO: Eks Kader PDIP Saeful Bahri Jadi Saksi di Sidang Lanjutan Hasto Kristiyanto
Menurut Saeful, Harun Masiku pernah mengirimkan foto yang menunjukkan keberadaannya di MA. Dalam foto itu tampak pula Hasto Kristiyanto dan Djan Faridz.
Mantan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Saeful Bahri, memberikan kesaksian dalam sidang kasus dugaan perintangan penyidikan dan pemberian suap yang menjerat Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (22/5/2025).
Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, Saeful mengungkap bahwa Harun Masiku, buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pernah mengirimkan sebuah foto yang menunjukkan keberadaannya di Mahkamah Agung (MA).
Menurut pengakuan Saeful, dalam foto tersebut tampak pula dua sosok penting: Hasto Kristiyanto dan mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Djan Faridz.
Proses pencabutan paspor Harun Masiku telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tahun tersebut.
Vonis ini terkait kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI 2019-2024 dan perintangan penyidikan yang melibatkan buronan Harun Masiku.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa PDIP Kritik Pemerintah adalah bentuk kasih sayang terhadap negara, bukan keinginan untuk melihat kegagalan, sekaligus menyoroti pentingnya kebebasan berpendapat.
DPP PDIP menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina adalah amanat konstitusi dan Dasasila Bandung, bukan sekadar sikap emosional, relevan di tengah krisis geopolitik.
DPP PDIP melalui Sekjen Hasto Kristiyanto menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif, terutama menyikapi dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyoroti pentingnya institusionalisasi partai dalam forum internasional CALD di Filipina, mengungkap kunci ketahanan partai menghadapi tekanan politik.
Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menyoroti kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai Prabowo Tokoh Pemersatu yang mampu merangkul lawan politiknya, memberikan kepastian hukum dan membangun fondasi negara.