Fakta Unik: Jateng Jadi Proyek Percontohan Nasional Wujudkan Zero TBC 2030, Ini Strategi Kolaboratifnya!
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen penuh mewujudkan Zero TBC 2030 melalui strategi kolaboratif, termasuk penggunaan X-Ray portable dan program Jogo Tonggo. Simak selengkapnya!
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) secara serius menekankan pentingnya upaya kolaboratif dari berbagai pihak untuk mewujudkan zero atau bebas tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030. Komitmen ini muncul mengingat capaian penanganan TBC di Jawa Tengah masih berada di bawah target yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, diperlukan dorongan dan inovasi lebih lanjut guna mempercepat eliminasi penyakit ini di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Kusminar, menyatakan bahwa kolaborasi antar sektor menjadi kunci utama dalam mencapai target tersebut. Ia secara khusus mengajak organisasi profesi dan asosiasi kesehatan untuk bersinergi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat penemuan kasus baru TBC dan memastikan pengobatan yang tuntas bagi para pasien.
Upaya ini juga didukung penuh oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, yang menegaskan bahwa Jawa Tengah ditunjuk sebagai salah satu dari delapan provinsi percontohan nasional menuju bebas TBC 2030. Tingkat kematian akibat TBC yang masih tinggi menjadi perhatian serius, sehingga program-program seperti Jogo Tonggo perlu digencarkan kembali, mirip seperti penanganan pandemi COVID-19 yang lalu.
Strategi Kolaborasi dan Teknologi dalam Penanganan TBC
Dalam rangka mempercepat penemuan kasus TBC, Dinas Kesehatan Jateng terus mendorong berbagai inovasi. Salah satu terobosan penting yang sedang digalakkan adalah penggunaan teknologi X-Ray portable. Alat ini memungkinkan deteksi TBC secara mobile di seluruh daerah, sehingga jangkauan skrining menjadi lebih luas dan cepat, terutama di area yang sulit dijangkau fasilitas kesehatan permanen.
Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Kusminar, mengungkapkan pentingnya sinergi ini dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Public Private Mix (PPM) TBC dan Intervensi TBC-HIV. Beliau menyampaikan, "Kami mengajak organisasi profesi dan asosiasi kesehatan untuk bersama-sama memperkuat penemuan kasus dan pengobatan TBC." Kolaborasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya dan keahlian dari berbagai pihak untuk mencapai target Zero TBC 2030.
Pengadaan X-Ray portable ini merupakan langkah konkret Pemprov Jateng untuk meningkatkan kapasitas deteksi dini TBC. Wakil Gubernur Taj Yasin menambahkan bahwa anggaran untuk pengadaan X-Ray portable telah diinput ke dalam rancangan anggaran tahun 2026. Dengan demikian, deteksi TBC dapat dilakukan lebih cepat dan penanganan kasus menjadi lebih maksimal, mendukung upaya Zero TBC 2030.
Peran Penting Pemerintah dan Masyarakat Menuju Zero TBC
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, atau yang akrab disapa Gus Yasin, mengajak seluruh dinas terkait untuk bekerja keras mengatasi persoalan TBC ini. Beliau menyoroti bahwa banyak pasien TBC yang tidak tuntas menjalani pengobatan, bahkan ada yang mengalami resistensi obat. Hal ini menjadi tantangan besar dalam upaya mencapai Zero TBC 2030 di Jawa Tengah.
Gus Yasin menekankan pentingnya menggerakkan kembali program-program yang telah terbukti efektif, seperti Speling (Dokter Spesialis Keliling) secara masif. Selain itu, program Jogo Tonggo yang pernah sukses saat penanganan COVID-19 juga perlu digencarkan. Beliau menyatakan, "Banyak pasien tidak tuntas menjalani pengobatan, bahkan ada yang mengalami resistensi obat. Karena itu program Speling (Dokter Spesialis Keliling) harus digerakkan secara masif, Jogo Tonggo seperti saat kita menangani COVID-19 dulu juga perlu digencarkan."
Keberhasilan menekan angka TBC di Jawa Tengah tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga pembangunan ekonomi daerah. Gus Yasin percaya bahwa jika angka TBC dapat ditekan, investor akan semakin yakin pada kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jawa Tengah. Beliau menegaskan, "Kalau angka TBC bisa ditekan, investor akan semakin yakin pada kualitas sumber daya manusia (SDM) kita. Oleh karena itu, kolaborasi lintas profesi dan semua pihak adalah kunci untuk mewujudkan zero TBC 2030."
Apresiasi dan Dukungan untuk Tenaga Medis dan Daerah Terbaik
Dalam kesempatan yang sama, Pemprov Jateng memberikan penghargaan kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan teladan tingkat provinsi. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan inovasi mereka dalam bidang kesehatan, yang turut mendukung upaya penanganan TBC di Jawa Tengah.
Beberapa penerima penghargaan tersebut antara lain:
- Hildan Awaludin dari Puskesmas Kedungbanteng Banyumas (kategori Petugas Tanggap Darurat Bencana di Puskesmas).
- Nugroho Lazuardi dari RSUD dr. Adhyatma Semarang (kategori Tenaga Kesehatan Inovatif di RS Pemerintah).
- dr. Agus Fitrianto dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (kategori Tenaga Medis Inovatif di RS Pemerintah).
Selain tenaga medis, apresiasi juga diberikan kepada tiga daerah dengan kontribusi tertinggi dalam implementasi kolaborasi TBC-HIV. Kabupaten Demak berhasil meraih peringkat pertama, disusul oleh Kabupaten Karanganyar di posisi kedua, dan Kabupaten Magelang di posisi ketiga. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi daerah lain untuk lebih aktif dalam upaya penanganan TBC dan HIV di Jawa Tengah.
Sumber: AntaraNews