Program Speling Pemprov Jateng: Solusi Komprehensif Atasi TB dan Stunting
Pemprov Jateng sukses jalankan Program Speling dan CKG, menjangkau jutaan warga untuk deteksi dini TB, stunting, hingga masalah kejiwaan, wujud pelayanan kesehatan paripurna.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) secara aktif mengimplementasikan program kesehatan inovatif untuk menjamin pelayanan optimal bagi masyarakat. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga di seluruh pelosok negeri.
Melalui Program Speling (Dokter Spesialis Keliling) yang diinisiasi oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Pemprov Jateng berupaya mengatasi berbagai masalah kesehatan. Program ini berjalan beriringan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.
Kedua program tersebut telah menjangkau jutaan jiwa di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, memberikan akses pemeriksaan kesehatan yang komprehensif. Tujuannya adalah mendeteksi dini berbagai penyakit serius seperti tuberkulosis (TB) dan stunting.
Jangkauan Luas Program Speling dan CKG di Jawa Tengah
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling) telah menunjukkan capaian yang signifikan di Jawa Tengah. Data dari Dinas Kesehatan Jateng mencatat bahwa CKG telah menyasar lebih dari 10,8 juta jiwa. Sementara itu, Program Speling menjangkau 722 desa dengan total sasaran lebih dari 73 ribu jiwa hingga awal November.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Program Speling telah dilaksanakan di berbagai lokasi, mulai dari balai desa hingga sekolah-sekolah. "Speling dan CKG di Jawa Tengah sudah 10 juta lebih masyarakat terlayani. Ini bentuk kehadiran negara untuk memberikan pelayanan kesehatan paripurna sampai tingkat desa," ujarnya.
Untuk mendukung keberhasilan Program Speling, Pemprov Jateng menggandeng sejumlah rumah sakit terkemuka. Rumah sakit seperti RSUD Dr. Moewardi Solo mengerahkan tim dokter spesialis dari berbagai bidang. Tim ini mencakup spesialis penyakit dalam, obsgin, paru, hingga kejiwaan, memastikan layanan yang holistik.
Peralatan medis canggih juga turut dikerahkan untuk menunjang pemeriksaan kesehatan di lapangan. Penggunaan alat portable x-ray, misalnya, memudahkan proses rontgen dan deteksi dini berbagai kondisi medis. Inovasi ini memastikan bahwa kualitas pelayanan tidak berkurang meskipun dilakukan di lokasi terpencil.
Deteksi Dini Penyakit Prioritas Nasional: TB dan Stunting
Implementasi Program Speling dan CKG berhasil mengungkap sejumlah kasus penyakit serius di masyarakat Jawa Tengah. Temuan ini mencakup tuberkulosis (TB), kekurangan gizi atau stunting, hingga masalah depresi yang memerlukan perhatian khusus. Deteksi dini ini menjadi kunci penanganan yang efektif.
Khusus untuk kasus TB, Pemprov Jateng mengintegrasikan Program Speling dengan inisiatif TB Express untuk skrining yang lebih masif. Berdasarkan data Dinkes Jateng, estimasi kasus TB di Jateng tahun 2025 adalah 107.488 kasus, dan per 4 November 2025 sudah ditemukan 73.028 kasus atau 68 persen dari estimasi. Ini menunjukkan efektivitas upaya pelacakan.
Dari total 10.864.676 orang di Jateng yang menjalani pemeriksaan CKG dan Speling, terdapat 5.503.929 orang di antaranya yang menjalani pemeriksaan TB. Pemeriksaan dahak menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) dilakukan pada 94.499 orang, mengidentifikasi kasus TB sensitif obat dan resisten obat. Data ini sangat penting untuk strategi penanggulangan TB.
Dalam upaya mengatasi stunting, Jawa Tengah mencatat prevalensi 17,1 persen pada tahun 2024, lebih rendah dari angka nasional 19,8 persen. Pemprov Jateng berkomitmen penuh menurunkan angka stunting melalui berbagai intervensi. Program ini meliputi skrining anemia pada remaja putri, pemberian tablet tambah darah, pemeriksaan kehamilan (ANC), serta tambahan makanan untuk ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Apresiasi Nasional dan Penghargaan untuk Inovasi Kesehatan Jateng
Keberhasilan Program Speling dalam memberikan jaminan layanan kesehatan di Jawa Tengah telah menuai banyak apresiasi dari berbagai pihak. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus memuji program ini karena kemampuannya mendeteksi dini berbagai penyakit. Deteksi dini ini memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan tepat.
Wamenkes menjelaskan bahwa Speling dan CKG efektif mendeteksi penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan infeksi paru-paru melalui alat portable x-ray. "Kalau program ini bisa dilakukan di seluruh Indonesia, maka masyarakat Indonesia jauh lebih baik dari hari ini," ungkapnya saat meninjau program di Boyolali dan Salatiga.
Apresiasi serupa juga datang dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama kunjungan mereka. Selain itu, Pemprov Jateng menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan atas prestasinya sebagai provinsi dengan capaian intervensi spesifik stunting terbaik di regional I.
Sekretaris Daerah Jateng Sumarno mengaitkan prestasi ini dengan kolaborasi erat semua pihak, termasuk Program Speling. "Terima kasih kami ucapkan kepada semua stakeholder. Kepada bupati, walikota, camat, lurah dan yang terutama kader posyandu, yang menjadi ujung tombak suksesnya pencapaian penurunan stunting di Jateng," katanya.
Sumber: AntaraNews