Pemkab Sumbawa Barat Tingkatkan Layanan Posyandu Terintegrasi untuk Kesehatan Optimal
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berupaya meningkatkan kualitas posyandu menjadi pusat layanan kesehatan terintegrasi, mencakup seluruh siklus hidup masyarakat dan fokus pada pencegahan stunting.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah mengarahkan posyandu untuk naik kelas. Inisiatif ini bertujuan agar posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan rutin, melainkan bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan terintegrasi yang aktif di tengah masyarakat. Upaya ini menunjukkan komitmen Pemkab dalam meningkatkan kualitas kesehatan warganya secara menyeluruh.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, menyatakan bahwa posyandu di wilayahnya telah berjalan aktif setiap bulan. Pernyataan ini disampaikan dalam acara pertemuan penyusunan program kerja Bidang Kesehatan Tim Pembina Posyandu Tahun 2027 di Sumbawa Barat. Program ini dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari ibu hamil hingga lansia.
Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat fondasi kesehatan masyarakat di Sumbawa Barat. Dengan integrasi layanan, posyandu akan menjadi garda terdepan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk mencapai tujuan tersebut.
Transformasi Posyandu Menjadi Pusat Layanan Kesehatan Holistik
Transformasi posyandu di Sumbawa Barat diarahkan untuk melayani seluruh siklus hidup masyarakat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga lansia. Saat ini, terdapat 232 posyandu yang didukung oleh 1.471 kader di lapangan. Sebanyak 95,45 persen dari kader-kader tersebut telah mengikuti pelatihan, menunjukkan kesiapan sumber daya manusia yang memadai.
Meskipun demikian, masih ada 67 kader yang belum terlatih, dan hal ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan. Pelatihan kader merupakan investasi penting untuk memastikan kualitas layanan yang diberikan. Peningkatan kapasitas kader akan berdampak langsung pada efektivitas program posyandu terintegrasi.
Penguatan layanan standar pelayanan minimal (SPM) kesehatan melalui posyandu menjadi salah satu fokus utama. Selain itu, peningkatan cakupan layanan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga menjadi prioritas. Deteksi dini stunting adalah bagian krusial dari program ini, seiring dengan penguatan kapasitas kader dan pelaporan berbasis digital.
Kolaborasi dan Pencegahan Stunting Melalui Posyandu
Program posyandu di Sumbawa Barat mulai didorong sebagai pendekatan baru untuk mengintegrasikan layanan kesehatan dengan pemberian makanan bergizi bagi kelompok sasaran. Pendekatan ini sangat penting dalam upaya pencegahan stunting sejak dini. Nutrisi yang adekuat merupakan fondasi utama bagi tumbuh kembang anak yang optimal.
Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hanipah, menekankan pentingnya kerja bersama agar program tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi antarpihak sangat dibutuhkan untuk mencapai hasil yang maksimal dan tepat sasaran. Tanpa sinergi yang kuat, pencapaian target program akan memakan waktu lebih lama.
Posyandu diharapkan menjadi gerakan yang benar-benar menggerakkan masyarakat secara aktif. Penguatan kesehatan ibu dan anak, penurunan stunting, penanganan TBC, hingga perubahan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi fokus bersama. Semua ini diharapkan agar manfaat Kartu Sumbawa Barat Maju semakin nyata dirasakan oleh masyarakat luas.
Sumber: AntaraNews