Pemkot Kediri Perkuat Komitmen Penanganan Tuberkulosis, Targetkan Cakupan Lebih Luas
Pemerintah Kota Kediri menegaskan komitmen kuat dalam penanganan tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi masalah serius, berupaya meningkatkan cakupan penemuan dan pengobatan.
Pemerintah Kota Kediri menunjukkan komitmen kuat dalam penanganan tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bahwa perjuangan melawan TBC belum berakhir, mengingat Indonesia menempati peringkat kedua negara dengan beban TBC tertinggi di dunia. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan cakupan penemuan dan pengobatan kasus TBC di wilayah tersebut.
Komitmen ini disampaikan dalam sebuah arahan kepada para kader penanganan tuberkulosis di Kediri pada Selasa, 11 November. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur per Oktober 2025 menunjukkan bahwa cakupan penemuan dan pengobatan TBC di Jawa Timur baru mencapai 65 persen dari target 90 persen. Kondisi ini menyoroti urgensi peningkatan intervensi di tingkat lokal.
Di Kota Kediri sendiri, telah ditemukan 1.372 kasus TBC dari target 1.528 kasus yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, mencapai 89,7 persen. Meskipun demikian, masih ada pekerjaan rumah yang signifikan untuk menuntaskan berbagai aspek penanganan, termasuk keberhasilan pengobatan dan investigasi kontak. Wali Kota mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menanggulangi kasus ini.
Tantangan dan Capaian Penanganan TBC di Kediri
Di Kota Kediri, penemuan kasus tuberkulosis telah mencapai 1.372 dari target 1.528 kasus, atau sekitar 89,7 persen. Angka ini menunjukkan progres yang signifikan dalam upaya deteksi dini penyakit ini. Namun, capaian ini masih perlu ditingkatkan untuk mencapai target yang ditetapkan.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menekankan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan dalam penanganan tuberkulosis. Angka keberhasilan pengobatan masih 76 persen dari target 90 persen, menunjukkan perlunya pendampingan lebih intensif. Selain itu, capaian investigasi kontak baru 57,62 persen dari target 100 persen.
Pemberian terapi pencegahan tuberkulosis pada kontak serumah juga masih rendah, yakni 18,42 persen dari target 72 persen. Meskipun demikian, Kota Kediri berhasil menjadi kabupaten/kota dengan persentase penemuan semua kasus TBC terbesar di Jawa Timur selama dua tahun terakhir. Ini menunjukkan efektivitas sistem deteksi yang ada.
Strategi Peningkatan Investigasi Kontak dan Edukasi Masyarakat
Salah satu tantangan utama yang harus dihadapi adalah melakukan tracing kasus dan tindak lanjut pengobatan secara komprehensif. Proses ini membutuhkan kesabaran dan ketelatenan dari para pendamping pasien. Konsistensi dalam pengobatan menjadi kunci keberhasilan penanganan tuberkulosis.
Bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional 2025, Dinas Kesehatan Kota Kediri mengadakan acara khusus untuk membekali para kader. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman kader mengenai pelaksanaan investigasi kontak yang benar. Mereka juga diharapkan mampu memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan dapat membantu meningkatkan capaian investigasi kontak secara signifikan. Wali Kota mengapresiasi kolaborasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam menanggulangi kasus TBC di Kota Kediri. "Saya mengapresiasi semua telah berkolaborasi dan menanggulangi kasus TBC di Kota Kediri. Memang dalam melakukan pendampingan dibutuhkan kesabaran. Pasien ini pengobatannya harus konsisten dan telaten," kata Wali Kota. Kerjasama lintas sektor ini sangat penting untuk mencapai target eliminasi TBC.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Fahmi Adi menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan tiga perwakilan dari setiap kelurahan. Selain itu, turut hadir PC Promosi Kesehatan dari sembilan puskesmas dan PC TBC dari sembilan puskesmas. Partisipasi luas ini menunjukkan keseriusan Pemkot dalam upaya penanganan tuberkulosis.
Sumber: AntaraNews