DPRD DKI Minta Ancol Diperbaiki karena Banyak Aset yang Tidak Terawat
Ancol perlu melakukan inovasi agar aset-asetnya dapat berfungsi kembali dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, meminta PT Pembangunan Jaya Ancol untuk melakukan perbaikan setelah ditemukan aset-aset yang terbengkalai. Menurut Baco, sejumlah bangunan dan wahana di Ancol tidak lagi dimanfaatkan dan dalam kondisi tidak terawat.
Pernyataan tersebut disampaikan Baco dalam Rapat Konsultasi untuk membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2026 pada Selasa, 5 Agustus 2025. "Banyak lahan di Ancol yang tidur, tidak difungsikan dan terbengkalai," ungkap Baco.
Baco menambahkan bahwa PT Pembangunan Jaya Ancol perlu berinovasi agar aset-aset tersebut dapat berfungsi kembali dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Politisi dari Golkar ini juga menyarankan agar PT Pembangunan Jaya Ancol bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menciptakan wahana olahraga yang diminati oleh generasi muda.
"Inovasi gandeng pengusaha, bikin banyak lokasi-lokasi yang bisa mengundang banyak orang datang. Seperti bikin (lapangan) Padel," jelas Baco, menekankan pentingnya kolaborasi untuk menarik lebih banyak pengunjung ke Ancol.
Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, August Hamonangan, telah mengusulkan agar PT Pembangunan Jaya Ancol melakukan revitalisasi terhadap aset-aset yang saat ini terbengkalai. August berharap agar perusahaan tersebut dapat memperbarui wahana dan lahan yang ada di Ancol, sehingga lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan demikian, lahan yang sebelumnya tidak terpakai dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan dan berpotensi mendatangkan keuntungan bagi Ancol.
Gangguan terhadap keindahan Ancol
August mengungkapkan keprihatinannya tidak hanya terhadap wahana di Ancol, tetapi juga tentang adanya bangunan yang terbengkalai di samping Hotel Mercure Ancol. Ia menilai kondisi tersebut sangat mengganggu keindahan kawasan Ancol. "Alih-alih disuguhkan pemandangan yang indah dan menyenangkan, para pengunjung malah melihat gedung dan wahana tidak terawat," ungkap August. Oleh karena itu, ia berharap agar area yang terbengkalai tersebut segera direvitalisasi menjadi kios dan wahana baru yang dapat menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung ke Ancol.
August berpendapat bahwa revitalisasi tersebut sangat penting untuk meningkatkan daya tarik kawasan Ancol. "Sehingga bisa mendatangkan lebih banyak pengunjung secara inklusif dari semua kalangan yang ada di Jakarta ini," ujarnya. Dengan adanya perubahan yang positif, diharapkan Ancol dapat kembali menjadi destinasi wisata yang menarik dan menyenangkan bagi semua orang. Menurutnya, keindahan dan kenyamanan sangat berpengaruh terhadap pengalaman pengunjung saat berada di kawasan tersebut.