Dasar Malin Kundang, Pria di Bekasi Pukuli Ibu Kandung Gara-Gara Duit Rp30.000
Saat itu anak korban berinisial MI (23) meminta uang kepada korban sebesar Rp30.000.
Viral di media sosial seorang ibu bernama Melani (46) dianiaya oleh pria yang diduga anaknya sendiri hingga luka memar. Penganiayaan yang terekam CCTV itu dilakukan di rumahnya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Penganiayaan ibu kandung oleh anaknya sendiri itu terjadi pada Rabu (18/6). Saat itu anak korban berinisial MI (23) meminta uang kepada korban sebesar Rp30.000. Namun anaknya itu tidak menyebutkan akan digunakan apa uang tersebut.
"(Minta uangnya) Rp30.000 sih, enggak ngerti buat apanya, buat main, mungkin, kemudian nongkrong, mungkin," ucap Melani, Senin (23/6).
Saat itu korban tidak menuruti permintaan anaknya dengan alasan tidak memiliki uang. Namun anaknya tetap memaksa. Korban juga disuruh untuk menghubungi temannya dengan tujuan meminjam uang menggunakan handphone anaknya.
"Dia bilang 'yaudah WhatsApp teman bunda', saya bilang enggak ada uangnya," kata Melani.
Setelah itu, korban meletakan handphone anaknya. Namun anaknya menuduh ibunya telah membanting handphone miliknya ke lantai.
"Kata dia, 'kenapa lo ngebanting handphonenya gua? saya jawab 'enggak ngebanting handphonenya kamu kok', dari situ awalnya," ungkapnya.
Polisi Turun Tangan
Usai pembicaraan itu, MI kemudian memukuli ibunya. Melina ditonjok di bagian wajah berkali-kali, ditendang di bagian pinggang, dan dijambak. MI terus memukul meski ibunya sudah jatuh dengan posisi bersujud.
Akibat pemukulan yang dilakukan oleh anak satu-satunya itu Melina mengalami luka memar di bagian kepala dan pinggang. Korban juga merasa pusing setelah dipukul berkali-kali di bagian kepala.
"Lukanya di kepala, udah kemeng (pusing) gitu, sama (luka) di pinggul, iya (memar)," katanya.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, pelaku sudah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan.
"Alhamdulillah, kita sudah amankan pelakunya setelah dari korban membuat laporan, sejauh ini masih dalam proses penyelidikan," tuturnya.