Bupati Banjar Perkuat Akurasi Data untuk Percepatan Penurunan Stunting
Bupati Banjar Saidi Mansyur fokus pada akurasi data di lapangan guna memastikan program intervensi Percepatan Penurunan Stunting tepat sasaran di seluruh wilayah Kabupaten Banjar.
Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menunjukkan komitmen kuat dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting di wilayahnya. Bupati Banjar, Saidi Mansyur, menegaskan pentingnya perbaikan akurasi data lapangan sebagai fondasi utama. Langkah ini bertujuan agar setiap program intervensi yang disusun dapat menyasar kelompok masyarakat yang paling membutuhkan dengan lebih efektif.
Fokus pada perbaikan data ini menjadi bahasan utama dalam Rapat Koordinasi Kecamatan yang belum lama ini diselenggarakan di Aula Barakat Lantai 2 Kantor Bupati Banjar, Martapura. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), para camat, serta kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Banjar. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan sinergi pemerintah daerah dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat.
Bupati Saidi Mansyur menyoroti bahwa tingginya angka stunting di beberapa wilayah masih dipengaruhi oleh persoalan teknis pengukuran dan konsistensi pendataan. Permasalahan ini sering terjadi di tingkat Posyandu, sehingga memerlukan perhatian serius dari semua pihak terkait. Perbaikan mendasar pada aspek ini diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih valid dan representatif.
Fokus Akurasi Data untuk Intervensi Tepat Sasaran
Saidi Mansyur menjelaskan bahwa masalah utama dalam penanganan stunting seringkali terletak pada proses pengukuran di lapangan. Pergantian kader Posyandu yang terlalu sering menjadi salah satu kendala signifikan yang menyebabkan data yang dihasilkan kurang akurat. Selain itu, faktor-faktor lain seperti pola asuh keluarga, kondisi ekonomi, sanitasi, dan tingkat pendidikan juga memiliki pengaruh besar terhadap angka stunting di masyarakat.
Data yang akurat, menurut Bupati, adalah kunci keberhasilan pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan stunting yang efektif. Setiap intervensi yang dilakukan harus benar-benar disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat di lapangan. Tanpa data yang valid, program-program yang dijalankan berisiko tidak mencapai target yang diharapkan dan kurang memberikan dampak signifikan.
Bupati juga menekankan pentingnya pengukuran balita sesuai standar yang berlaku. Anak usia di bawah dua tahun harus diukur dalam posisi berbaring, sementara anak di atas dua tahun diukur dalam posisi berdiri. Pedoman ini harus dipatuhi untuk menghindari kesalahan pencatatan yang dapat memengaruhi validitas data stunting.
Oleh karena itu, Saidi Mansyur secara tegas meminta para kepala desa atau pambakal untuk tidak terlalu sering mengganti kader Posyandu. Konsistensi tenaga kader diharapkan dapat menjaga kualitas dan akuntabilitas data yang diperoleh. Hal ini krusial untuk memastikan keberlanjutan program dan efektivitas intervensi.
Sinergi Program Prioritas Pemerintah Kabupaten Banjar
Selain memperkuat penanganan stunting, rapat koordinasi tersebut juga membahas percepatan pemenuhan indikator Kabupaten Layak Anak (KLA). Pemerintah Kabupaten Banjar berkomitmen untuk menyediakan fasilitas pendukung yang memadai, seperti sekolah ramah anak, masjid ramah anak, dan toilet gender di berbagai perangkat daerah. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Bupati Saidi Mansyur juga menginstruksikan para camat bersama jajaran Tata Pemerintahan untuk mengawal pemenuhan sarana pendukung KLA. Target pembangunan yang berorientasi pada perlindungan anak diharapkan dapat tercapai secara bertahap di seluruh kecamatan. Sinergi antara pemerintah daerah dan kecamatan menjadi vital dalam merealisasikan visi ini.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Banjar turut membahas percepatan penyaluran bantuan bencana dan pencegahan narkoba. Bupati Saidi Mansyur meminta agar bantuan yang telah dialokasikan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak tanpa penundaan. Selain itu, penguatan sosialisasi bahaya narkoba hingga tingkat desa juga menjadi prioritas untuk melindungi generasi muda.
Komitmen dan Harapan untuk Masyarakat
Bupati Saidi Mansyur menegaskan bahwa bantuan berupa barang dan anggaran yang telah dialokasikan harus segera disalurkan kepada penerima. Hal ini penting agar bantuan tersebut tidak dialihkan ke pos lain dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan. Transparansi dan kecepatan penyaluran menjadi fokus utama dalam penanganan bencana.
Pemerintah Kabupaten Banjar sangat berharap keempat program prioritas yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi ini dapat berjalan lebih efektif. Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, kecamatan, hingga desa diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang signifikan. Dengan demikian, manfaat dari program-program tersebut dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Banjar.
Sumber: AntaraNews