Pemkot Banjarmasin Gelar Pra Musrenbang Tematik, Targetkan Penurunan Stunting Banjarmasin di Tahun 2026
Pemerintah Kota Banjarmasin serius menggarap upaya percepatan penurunan stunting Banjarmasin melalui Pra Musrenbang tematik. Simak tantangan dan strategi Pemkot untuk mencapai target 2026.
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tematik. Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat penurunan kasus stunting di wilayah tersebut. Fokus utama adalah mencapai target penurunan stunting pada tahun 2026 mendatang.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, menyampaikan bahwa penanganan stunting atau anak gagal tumbuh karena kurang gizi bukan sekadar rutinitas administratif. Ini adalah misi kemanusiaan yang membutuhkan akurasi data serta komitmen kuat dari lintas sektoral. Penanganan serius ini diharapkan membawa dampak positif bagi generasi muda.
Pra Musrenbang ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi program yang sudah berjalan dan merumuskan langkah strategis ke depan. Pemkot Banjarmasin berupaya memastikan setiap intervensi tepat sasaran dan efektif. Hal ini demi mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak di Kota Seribu Sungai.
Tantangan dalam Penanganan Stunting
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi tahun 2025, secara umum berbagai program penurunan stunting di Banjarmasin telah berjalan. Ini mencakup penyerapan anggaran, rapat koordinasi, hingga peningkatan kapasitas SDM operator. Namun, Ikhsan Budiman memberikan catatan kritis terkait cara pandang perangkat daerah terhadap pelaporan.
Salah satu tantangan utama adalah pelaporan yang masih sering dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif. Padahal, seharusnya pelaporan menjadi alat untuk mengukur capaian kinerja yang sesungguhnya. Kondisi ini menghambat evaluasi program secara akurat.
Permasalahan ini terlihat dari masih adanya keterlambatan input data, ketidaksesuaian indikator, serta data yang belum sepenuhnya lengkap. Data yang dilaporkan juga belum berbasis pada capaian outcome yang diharapkan.
Selain itu, Pemko Banjarmasin juga menyoroti adanya perangkat daerah yang bekerja secara sektoral. Hal ini dinilai menghambat konvergensi program yang menjadi kunci utama. Konvergensi program sangat penting untuk mempercepat penurunan angka stunting.
Strategi Penguatan Koordinasi dan Data Akurat
Ikhsan Budiman menegaskan pentingnya peran pimpinan di setiap level untuk memastikan sinkronisasi perencanaan dan pelaporan. Koordinasi yang baik akan mendukung keberhasilan seluruh upaya penurunan stunting.
Jajaran di tingkat wilayah, khususnya Sekretaris Kecamatan, diminta untuk lebih selektif dalam mengelola data. Mereka diharapkan dapat menjalankan peran sebagai verifikator dengan baik. Sementara itu, camat perlu lebih aktif dalam melakukan pengawasan dan persetujuan terhadap data yang diinput.
Pemkot Banjarmasin berharap Pra Musrenbang ini dapat menghasilkan usulan yang konkret dan tajam. Usulan yang disampaikan harus lebih jelas, terukur, dan berbasis data. Hal ini disertai dengan jumlah program yang diusulkan serta berbasis by name by address.
Melalui penguatan koordinasi dan perbaikan kualitas data pada web konvergensi, Pemko Banjarmasin optimis. Target penurunan stunting dapat tercapai secara efektif demi masa depan generasi muda di Kota Seribu Sungai. Intervensi yang direncanakan harus benar-benar tepat sasaran.
Sumber: AntaraNews