Pemkab Badung Percepat Penurunan Stunting Melalui Gertak, Sasar Ribuan Balita dan Ibu Hamil

Pemerintah Kabupaten Badung gencar melakukan Gerakan Serentak (Gertak) Pencegahan Stunting untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting, menyasar ribuan balita dan ibu hamil di seluruh wilayah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Badung Percepat Penurunan Stunting Melalui Gertak, Sasar Ribuan Balita dan Ibu Hamil
Pemerintah Kabupaten Badung gencar melakukan Gerakan Serentak (Gertak) Pencegahan Stunting untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting, menyasar ribuan balita dan ibu hamil di seluruh wilayah. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, secara serius menggalakkan upaya percepatan penurunan prevalensi stunting di wilayahnya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui Gerakan Serentak (Gertak) Pencegahan Stunting yang melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat.

Gertak Stunting ini merupakan inisiatif penting untuk mendeteksi dini masalah gizi dan kesehatan pada kelompok rentan, yaitu balita dan ibu hamil. Kegiatan ini dilaksanakan secara menyeluruh di seluruh Posyandu se-Kabupaten Badung, menunjukkan komitmen Pemkab Badung dalam mengatasi isu krusial ini.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk memastikan intervensi penanganan stunting berjalan tepat sasaran. Pelaksanaan Gertak Stunting ini diharapkan mampu menghasilkan data akurat sebagai dasar kebijakan lebih lanjut.

Gerakan Serentak (Gertak) Pencegahan Stunting ini berfokus pada pengukuran bayi, balita, dan ibu hamil di seluruh Posyandu Kabupaten Badung. Inisiatif ini dirancang untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi masalah gizi dan kesehatan yang dapat memicu stunting.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menjelaskan bahwa, "Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Badung melalui deteksi dini terhadap masalah gizi dan kesehatan pada balita serta ibu hamil." Pernyataan ini menunjukkan urgensi program dalam menjaga kesehatan generasi mendatang.

Berdasarkan data Sigizi Kesga per 1 November 2025, sasaran kegiatan Gertak Stunting ini sangat luas. Program ini menargetkan 9.413 balita dan 3.413 ibu hamil yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Badung. Cakupan yang masif ini diharapkan dapat menjangkau sebanyak mungkin individu yang membutuhkan intervensi.

Intervensi penurunan stunting ini dilakukan secara serentak di seluruh Posyandu yang ada di Kabupaten Badung. Tahapan pelaksanaannya mencakup pendataan, penimbangan, pengukuran, verifikasi, edukasi, hingga intervensi gizi yang sesuai dengan kebutuhan.

Bupati Adi Arnawa menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan sebuah komitmen nyata dari pemerintah. Strategi ini bertujuan untuk menghadirkan data stunting yang akurat dan kredibel, menjadi dasar pengambilan keputusan yang efektif.

Menurutnya, "Melalui kegiatan pengukuran serentak ini kami ingin memastikan bahwa intervensi penanganan stunting berjalan tepat sasaran. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat." Pesan ini menggarisbawahi pentingnya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi elemen krusial dalam upaya pencegahan stunting sejak dini. Peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak sangat dibutuhkan untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting.

Asupan makanan yang bergizi dan pola gizi yang seimbang merupakan faktor utama yang harus diperhatikan oleh keluarga. Edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang terus digencarkan sebagai bagian dari program Gertak Stunting.

Bupati Adi Arnawa juga menambahkan, "Asupan makanan dan pola gizi harus diperhatikan. Pemerintah sudah menanggung seluruh biaya pelayanan kesehatan, karena itu, mari jaga kesehatan agar usia harapan hidup masyarakat terus meningkat." Pernyataan ini menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap kesehatan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi