Capaian Impresif: 545 Balita Sembuh, Pemkot Kediri Fokus Aksi Nyata Penurunan Stunting dengan Data Akurat
Pemerintah Kota Kediri serius menggarap penurunan stunting Kediri dengan fokus pada validitas data dan kolaborasi lintas sektor. Simak bagaimana mereka berhasil menyembuhkan ratusan balita!
Pemerintah Kota Kediri menunjukkan komitmen serius dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayahnya. Fokus utama ditekankan pada validitas data serta implementasi aksi nyata yang terkoordinasi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh anak-anak di Kota Kediri dapat tumbuh sehat dan kuat, menjadi generasi penerus yang berkualitas.
Plh Sekretaris Daerah Kota Kediri, Ferry Djatmiko, yang juga menjabat Ketua Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS), menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab kolektif. Koordinasi lintas sektor menjadi krusial agar hasil yang dicapai dapat maksimal dan berdampak nyata bagi masyarakat. Semua pihak memiliki peran penting dalam mewujudkan masa depan cerah bagi anak-anak Kediri.
Dalam rapat koordinasi PPPS, Ferry Djatmiko secara khusus menyoroti pentingnya pengelolaan data yang akurat dan tepat waktu sebagai dasar kebijakan daerah. Data terbaru menunjukkan adanya 545 balita stunting yang berhasil sembuh di Kota Kediri. Capaian ini menjadi bukti bahwa intervensi yang tepat dapat memberikan hasil positif dalam mengatasi masalah stunting.
Validitas Data sebagai Kunci Penurunan Stunting
Ferry Djatmiko menekankan bahwa validitas data merupakan tolok ukur utama dalam menilai kinerja program penurunan stunting. Ia meminta para operator aplikasi Aksi Konvergensi untuk memastikan setiap data yang diinput benar dan lengkap. Akurasi data ini menjadi fondasi penting bagi perencanaan dan evaluasi kebijakan yang efektif.
"Validitas data menjadi tolok ukur utama dalam menilai kinerja kita," kata Ferry Djatmiko. "Jangan menunda pengisian, karena keterlambatan data dapat berdampak pada hasil evaluasi di tingkat provinsi maupun nasional." Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi pengisian data secara disiplin dan tepat waktu.
Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, Fajri Mubasysyr, menambahkan bahwa rapat koordinasi ini berfokus pada evaluasi capaian kinerja indikator aksi konvergensi dan penguatan kualitas data. Data yang akurat merupakan dasar penting dalam perencanaan program dan pengambilan kebijakan daerah. Hal ini memastikan bahwa setiap intervensi penurunan stunting didasarkan pada informasi yang valid.
Sinergi Lintas Sektor untuk Hasil Maksimal
Plh Sekda Ferry Djatmiko juga menyoroti pentingnya koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya penurunan stunting. Ia mengingatkan bahwa percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara bersama-sama. Keterlibatan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan lembaga mitra sangat dibutuhkan.
"Dengan kerja sama yang kuat, disiplin dalam pelaporan, dan semangat yang sama, saya yakin target penurunan stunting di Kota Kediri dapat tercapai," ujar Ferry. Pernyataan ini menegaskan keyakinan akan keberhasilan program melalui sinergi yang solid. Kolaborasi menjadi kunci utama untuk mengatasi permasalahan stunting yang kompleks.
Fajri Mubasysyr menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor, sebab permasalahan stunting tidak hanya berkaitan dengan kesehatan. Isu ini juga mencakup aspek sosial, ekonomi, pendidikan, hingga infrastruktur. Oleh karena itu, pendekatan holistik dan terpadu sangat diperlukan untuk mencapai tujuan mulia ini.
Dalam waktu dekat, Kota Kediri akan menghadapi dua agenda penting: kunjungan Bakorwil I Madiun pada 9 Oktober 2025 dan monitor serta evaluasi dari Tim Pokja Provinsi Jawa Timur pada 16 Oktober 2025. Kedua kegiatan ini akan menilai efektivitas pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di lima wilayah Bakorwil se-Jawa Timur, sehingga kelengkapan dan akurasi data menjadi krusial.
Capaian dan Tantangan Penanganan Stunting di Kediri
Data terbaru menunjukkan bahwa di Kota Kediri, anak yang mengalami stunting pada periode Januari hingga September 2024 tercatat sebanyak 1.978 balita. Angka ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah kota. Namun, di sisi lain, terdapat kabar baik dengan laporan 545 balita stunting yang berhasil sembuh.
Meskipun ada capaian positif, tantangan tetap ada, terutama dengan 725 balita yang tidak kembali periksa. Kondisi ini memerlukan strategi lebih lanjut untuk memastikan pemantauan kesehatan yang berkelanjutan. Upaya aktif dalam menjangkau kembali balita yang belum terperiksa menjadi prioritas.
Rapat koordinasi yang diikuti oleh unsur perangkat daerah, operator data, dan pemangku kebijakan terkait ini menjadi wadah strategis. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh data kinerja TPPS semester I telah terisi lengkap, valid, dan tepat waktu. Dengan demikian, Kota Kediri siap menghadapi proses monitor dan evaluasi dari provinsi.
Komitmen Pemkot Kediri untuk terus berupaya maksimal dalam penurunan stunting Kediri tidak hanya ditunjukkan melalui rapat koordinasi, tetapi juga melalui aksi nyata di lapangan. Dengan semangat kolaborasi dan data yang akurat, diharapkan target penurunan stunting dapat tercapai, demi masa depan generasi penerus bangsa yang lebih sehat dan cerdas.
Sumber: AntaraNews