Bupati Banjar Saidi Mansyur menyerukan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah setempat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesigapan. Hal ini menyikapi kondisi pasca-banjir yang masih memerlukan perhatian serius di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Peringatan ini disampaikan saat memimpin Apel Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang berlangsung di Martapura pada Selasa (20/1).
Bupati Saidi Mansyur menegaskan bahwa fase saat ini sangat krusial, tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur yang rusak. Namun juga mencakup pengaktifan kembali aktivitas sosial ekonomi masyarakat, serta antisipasi terhadap berbagai potensi penyakit pasca-banjir. Langkah cepat dan terkoordinasi sangat dibutuhkan dari semua pihak terkait.
Kabupaten Banjar telah memasuki status transisi darurat menuju pemulihan pasca-banjir sejak Senin (19/1). Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, hingga pemerintah kecamatan dan desa diharapkan bergerak responsif. Tujuannya adalah untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Banjar saat ini berada dalam fase transisi darurat menuju pemulihan menyeluruh pasca-banjir. Bupati Saidi Mansyur menggarisbawahi pentingnya fokus tidak hanya pada perbaikan fisik infrastruktur yang terdampak. Namun juga pada aspek sosial ekonomi dan kesehatan masyarakat yang rentan setelah bencana.
Seluruh perangkat daerah terkait, termasuk tenaga kesehatan, serta jajaran pemerintah dari tingkat kecamatan hingga desa, diinstruksikan untuk bergerak cepat dan responsif. Koordinasi yang kuat antarlembaga menjadi kunci utama dalam memastikan penanganan pasca-banjir berjalan efektif. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko dan melindungi keselamatan warga.
Antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit pasca-banjir juga menjadi prioritas utama. Penyakit seperti diare, demam berdarah, dan penyakit kulit seringkali muncul setelah banjir surut. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan medis harus segera diintensifkan di seluruh wilayah terdampak.
Advertisement
Advertisement
Bupati Banjar juga mengingatkan bahwa Kabupaten Banjar telah memasuki Triwulan I Tahun Anggaran 2026. Dalam konteks ini, ia menargetkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mencapai serapan anggaran minimal 30 persen pada triwulan tersebut. Target ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan.
Percepatan serapan anggaran ini merupakan wujud nyata nilai berorientasi pelayanan yang dianut oleh Pemerintah Kabupaten Banjar. Setiap rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dibelanjakan secara cepat dan tepat diharapkan dapat memberikan dampak langsung. Dampak tersebut berupa pergerakan roda ekonomi masyarakat Kabupaten Banjar, terutama dalam fase pemulihan pasca-banjir.
Dengan realisasi anggaran yang optimal, berbagai program pemulihan dan pembangunan dapat berjalan lancar. Hal ini akan membantu memulihkan daya beli masyarakat dan menggerakkan sektor-sektor ekonomi lokal. Serapan anggaran yang baik juga mencerminkan kemampuan pemerintah daerah dalam merencanakan dan melaksanakan program kerja secara efektif.
Advertisement
Advertisement
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Saidi Mansyur turut menyinggung pentingnya manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penilaian kinerja. Transformasi birokrasi menuntut ASN untuk semakin profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi tujuan utama dari profesionalisme ini.
Bupati menegaskan pentingnya pemanfaatan aplikasi e-Kinerja Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai alat ukur objektivitas. Seluruh atasan langsung diminta untuk melakukan penilaian kinerja bawahan secara objektif, terukur, transparan, dan akuntabel. Hal ini untuk memastikan bahwa kinerja ASN dievaluasi berdasarkan standar yang jelas dan adil.
Selain itu, ASN juga diingatkan untuk secara mandiri dan berkala melakukan pembaruan data kepegawaian. Data yang akurat dan terkini menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan manajemen ASN. Ini termasuk promosi, rotasi jabatan, hingga peningkatan kesejahteraan pegawai, sehingga sistem kepegawaian berjalan lebih efektif dan efisien.
Advertisement
Setelah apel Hari Kesadaran Nasional, Bupati Banjar Saidi Mansyur secara simbolis menyerahkan Piagam Penghargaan Pengelolaan Pengaduan melalui LAPOR!-SP4N Terbaik di Kabupaten Banjar. Penghargaan Terbaik I diraih oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Terbaik II oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, serta Terbaik III oleh Dinas Kesehatan. Apel HKN ini dihadiri oleh Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Yudi Andrea, para asisten, staf ahli, kepala OPD, pejabat administrator, pengawas dan fungsional, serta ASN dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar.
Sumber: AntaraNews