Jusuf Kalla Kenang Kontribusi Besar Ryamizard Ryacudu bagi Pertahanan Negara
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenang jasa besar Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara. Kepergian Ryamizard merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada Minggu, 31 Mei 2026. JK menilai almarhum merupakan tokoh militer yang telah memberikan kontribusi besar bagi keamanan dan pertahanan negara selama masa pengabdiannya. Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada usia 76 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Dalam keterangannya di Jakarta, Jusuf Kalla menyatakan bahwa kepergian Ryamizard Ryacudu adalah kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Hal ini mengingat peran dan dedikasi almarhum yang tak tergantikan dalam menjaga kepentingan dan kedaulatan negara. JK juga menyoroti latar belakang keluarga almarhum yang memiliki tradisi panjang pengabdian di lingkungan militer.
Jusuf Kalla mendoakan agar almarhum Jenderal Ryamizard Ryacudu mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Selain itu, ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi duka cita yang mendalam ini. Pernyataan duka cita ini disampaikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa almarhum.
Dedikasi Ryamizard Ryacudu dalam Militer dan Pemerintahan
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dikenal sebagai salah satu perwira senior TNI Angkatan Darat dengan rekam jejak yang cemerlang. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada periode 2002-2005, menunjukkan kepemimpinan yang kuat di tubuh militer. Setelah purnatugas dari dinas militer, dedikasinya untuk negara tidak berhenti.
Ryamizard kemudian kembali mendapat amanah penting sebagai Menteri Pertahanan RI untuk periode 2014-2019. Selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan, ia aktif dalam berbagai upaya penguatan pertahanan nasional. Almarhum juga berperan penting dalam pembangunan kapasitas institusi pertahanan di tengah dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang.
Sepanjang kariernya, Ryamizard dikenal sebagai sosok prajurit sejati yang mendedikasikan hampir seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara. Ia lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950, dan merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1974.
Kehilangan Besar bagi Bangsa Indonesia
Jusuf Kalla menegaskan bahwa wafatnya Jenderal Ryamizard Ryacudu merupakan kehilangan besar bagi seluruh rakyat Indonesia. “Beliau merupakan seorang tokoh dan jenderal yang selama hidupnya memberikan sumbangan besar bagi keamanan negara serta pengabdian sebagai anggota tentara,” kata Jusuf Kalla. Kontribusi almarhum dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan negara sangatlah signifikan.
JK juga menambahkan, “Ini merupakan kehilangan besar bagi kita semua atas wafatnya almarhum Jenderal Ryamizard Ryacudu.” Pernyataan ini menggarisbawahi betapa pentingnya peran almarhum dalam sejarah pertahanan Indonesia. Keluarga Ryacudu sendiri memiliki tradisi militer yang kuat, dengan ayahnya, Musannif Ryacudu, juga merupakan perwira TNI.
Mantan Wakil Presiden tersebut mengakhiri pernyataannya dengan doa. “Sekali lagi, kami mengucapkan duka cita yang mendalam. Semoga Allah SWT memberikan tempat yang layak di sisi-Nya,” ujar JK. Doa ini mencerminkan rasa hormat dan penghargaan atas pengabdian panjang Ryamizard Ryacudu kepada Republik Indonesia.
Sumber: AntaraNews