BPBD Garut Soroti Alih Fungsi Lahan Gunung Cikuray, Ancaman Longsor Mengintai
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut menyoroti serius alih fungsi lahan Gunung Cikuray yang kini menjadi area pertanian, memicu kekhawatiran akan potensi bencana tanah longsor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut bersama jajaran instansi terkait melakukan peninjauan langsung. Mereka memeriksa kondisi lahan hutan di kawasan Gunung Cikuray yang telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian. Peninjauan ini dilakukan pada Jumat, 30 Januari 2026, di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, memimpin langsung Tim Mitigasi Bencana Kabupaten Garut di Kecamatan Cigedug. Tim gabungan tersebut terdiri dari Inspektorat, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, serta jajaran Asisten Daerah 1, Perhutani, dan unsur pemerintah desa/kecamatan. Fokus utama peninjauan adalah mengkaji tingkat risiko bencana tanah longsor yang semakin meningkat di area tersebut.
Aah mengungkapkan bahwa pengamatan di lapangan menunjukkan perubahan signifikan pada bentang alam yang seharusnya menjadi hutan lindung kini sudah beralih fungsi. Kondisi ini berpotensi besar memicu bencana alam, khususnya tanah longsor. Langkah proaktif ini diambil untuk meminimalisasi dampak buruk yang mungkin terjadi.
Dampak Alih Fungsi Lahan dan Potensi Bencana
Aah Anwar Saefulloh menjelaskan bahwa banyak hutan yang sudah tidak lagi berfungsi sebagai hutan, melainkan telah menjadi lahan pertanian. Perubahan fungsi lahan ini menyebabkan berkurangnya vegetasi tegakan yang krusial. Vegetasi ini seharusnya berfungsi menahan laju air dan menjaga stabilitas tanah di kawasan tersebut.
Berkurangnya tutupan pohon secara drastis berdampak langsung pada stabilitas tanah di lereng Gunung Cikuray. Vegetasi hutan memiliki peran vital dalam menjaga struktur tanah dan mencegah erosi. Hilangnya fungsi ini meningkatkan kerentanan wilayah terhadap tanah longsor, terutama saat musim hujan tiba dengan intensitas tinggi.
Peninjauan ini secara spesifik berfokus pada kajian risiko bencana dengan mengevaluasi potensi longsor. Tim mengidentifikasi area-area kritis yang memerlukan perhatian segera. Data yang terkumpul akan menjadi dasar penting untuk langkah mitigasi ke depan dan pengambilan keputusan yang tepat.
Evaluasi Regulasi dan Edukasi Masyarakat
Selain meninjau kondisi fisik lahan, BPBD Garut juga melakukan evaluasi implementasi regulasi dari Kementerian Kehutanan. Regulasi terkait Hutan Desa Pemberdayaan Kebijakan (HDPK) dan Perhutanan Sosial dinilai masih memerlukan pengawasan ketat dalam realisasinya. Pengawasan ini penting untuk memastikan keberlanjutan fungsi hutan dan kepatuhan terhadap aturan.
Aah menyampaikan pentingnya edukasi kepada masyarakat setempat. Edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem demi keselamatan bersama. Partisipasi aktif warga dalam menjaga kelestarian lingkungan sangat diharapkan oleh pemerintah daerah.
Hasil dari kunjungan lapangan ini akan diinventarisasi data secara menyeluruh. Data tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan daerah sebagai dasar pengambilan kebijakan dan langkah mitigasi bencana. Diharapkan, upaya ini dapat meminimalisasi risiko bencana alam yang disebabkan oleh alih fungsi lahan hutan.
Ajakan Menjaga Alam Cikuray
Tim mitigasi bencana melibatkan berbagai pihak dalam peninjauan ini, termasuk Satpol PP dan jajaran Asisten Daerah 1, Perhutani, serta unsur pemerintah desa/kecamatan. Kolaborasi lintas instansi ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah. Mereka bersama-sama mengecek kondisi faktual di kawasan hutan tersebut untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif.
Kepala Pelaksana BPBD Garut berharap upaya pemerintah meninjau kondisi hutan di kawasan itu dapat menjadi perhatian semua pihak. Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan. Tujuannya adalah untuk meminimalisasi risiko bencana alam yang berpotensi merugikan.
Aah Anwar Saefulloh mengajak seluruh masyarakat, khususnya di kawasan Gunung Cikuray, untuk bersama-sama menjaga alam. Menjaga kelestarian hutan adalah investasi untuk masa depan yang lebih aman. Hal ini penting agar tidak menimbulkan bencana yang merugikan kita semua di kemudian hari.
Sumber: AntaraNews