Jalur Selatan Garut Kembali Normal Setelah Tertutup Longsor, Pengendara Diimbau Waspada
Jalur selatan Garut yang sebelumnya terganggu akibat longsor kini telah kembali normal dan bisa dilintasi kendaraan dari dua arah, namun pengendara diimbau tetap waspada terhadap kondisi jalan.
Kepolisian Resor Garut mengumumkan bahwa jalur selatan di kawasan Gunung Gelap, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah kembali normal. Jalur vital ini sebelumnya sempat tertutup material tanah longsor sejak Rabu (8/4) dan kini dapat dilintasi kendaraan bermotor dari kedua arah dengan lancar.
Normalisasi akses jalan ini merupakan hasil kerja sama cepat antara berbagai pihak terkait, termasuk BPBD dan instansi lainnya, setelah longsor mengganggu lalu lintas. Peristiwa longsoran tanah ini terjadi di dua lokasi berbeda, yakni di wilayah Gunung Gelap, Kecamatan Cihurip, dan juga di Kecamatan Cikajang.
Dampak longsor sempat menyebabkan gangguan signifikan pada arus lalu lintas kendaraan yang menghubungkan wilayah Garut dengan Pameungpeuk dan sekitarnya. Namun, berkat upaya evakuasi material yang intensif, jalur utama provinsi ini kini telah pulih sepenuhnya pada Jumat (10/4), memastikan kelancaran mobilitas warga.
Penanganan Cepat Longsor dan Pembukaan Akses
Kepala Baur Bin Operasi Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Ipda Ade Sulaeman, membenarkan bahwa arus lalu lintas di jalur selatan Pameungpeuk-Garut sudah kembali normal. Proses evakuasi material longsoran dilakukan secara kolaboratif berkat kerja sama dengan BPBD serta instansi terkait lainnya di lapangan.
Longsoran tanah yang menutupi jalan sejak Rabu (8/4) ini sempat menghambat perjalanan ribuan pengendara dan aktivitas ekonomi lokal. Meskipun pembersihan total material membutuhkan waktu yang cukup lama, pihak kepolisian berhasil membuka sebagian badan jalan sejak awal. Hal ini memungkinkan pemberlakuan sistem buka tutup untuk mengurai kemacetan dan menjaga arus lalu lintas tetap bergerak.
Dampak longsor menyebabkan terganggunya arus lalu lintas dari kedua arah secara signifikan, baik bagi kendaraan yang menuju maupun dari Pameungpeuk. Namun, dengan penanganan sigap dan koordinasi yang baik, akses jalan dapat segera dipulihkan sepenuhnya. Upaya ini menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana alam dan meminimalkan dampaknya.
Imbauan Kewaspadaan dan Upaya Pencegahan Risiko
Meskipun jalur selatan Garut telah kembali normal dan bisa dilintasi kendaraan, Ipda Ade Sulaeman tetap mengimbau seluruh pengendara untuk selalu waspada. Area tersebut masih berpotensi licin akibat sisa lumpur dan memiliki risiko rawan longsor susulan, terutama jika terjadi hujan deras.
Untuk meminimalisir risiko kecelakaan akibat jalan licin, Kepolisian Resor Garut berkoordinasi erat dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Garut. Mereka akan menyemprotkan air ke jalan yang masih terdapat sisa material longsoran agar permukaan jalan tidak licin saat dilintasi kendaraan.
Langkah proaktif ini sangat penting mengingat kondisi geografis Garut yang berbukit dan memang rawan bencana alam, khususnya tanah longsor saat musim penghujan. Pengendara diharapkan selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan, dan mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan pribadi serta pengguna jalan lainnya.
Sumber: AntaraNews