Baznas Luncurkan Program Cendekia Digital Akademi, Perkuat Pendidikan Digital Berbasis Gim Edukasi
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan Cendekia Digital Akademi (CDA), sebuah terobosan untuk memperkuat pendidikan digital melalui gim edukasi berbasis AI dan gamifikasi, menarik minat generasi muda.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI secara resmi meluncurkan Program Cendekia Digital Akademi (CDA) sebagai inisiatif terbaru mereka. Peluncuran ini bertujuan untuk memperkuat sektor pendidikan digital di Indonesia. Program inovatif ini mengintegrasikan pengembangan gim edukasi yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan konsep gamifikasi.
CDA dirancang untuk berbagai mata pelajaran serta literasi zakat, menjadikannya platform pembelajaran yang komprehensif. Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menjelaskan bahwa program ini merupakan respons Baznas terhadap pesatnya perkembangan teknologi digital. Inisiatif ini juga mendorong inovasi pembelajaran yang relevan bagi generasi muda.
Melalui perpaduan unsur bermain dan belajar secara terarah, Baznas berupaya menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan generasi penerus bangsa. Program ini sekaligus menegaskan kembali komitmen Baznas dalam pemberdayaan masyarakat melalui jalur pendidikan.
Fokus Inovasi Pembelajaran Digital
Rizaludin Kurniawan menekankan bahwa Cendekia Digital Akademi (CDA) adalah upaya Baznas untuk memperkenalkan konsep smart play dan smart giving. Konsep ini diwujudkan melalui kolaborasi gim edukasi yang dirancang khusus bagi generasi peduli. Bagi Baznas, program ini sangat vital mengingat peran mereka dalam menumbuhkan kepedulian sosial di masyarakat.
Ia juga menilai bahwa program pendidikan digital ini sangat relevan dan strategis di tengah laju transformasi digital yang terus meningkat, khususnya dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama untuk menjangkau generasi muda. Metode pembelajaran yang lebih adaptif dan menarik dinilai efektif untuk meningkatkan partisipasi mereka.
Dengan memadukan teknologi AI dan gamifikasi, CDA tidak hanya menawarkan pengalaman belajar yang interaktif. Program ini juga memastikan materi pelajaran dan literasi zakat dapat disampaikan dengan cara yang lebih mudah dipahami dan diingat. Ini adalah langkah maju dalam menghadirkan inovasi pembelajaran.
Peran Zakat dalam Pemberdayaan Pendidikan
Peluncuran CDA ini bertepatan dengan momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Baznas, sebuah tonggak penting bagi lembaga tersebut. Pada momentum bersejarah ini, Baznas menegaskan kembali fokus penyaluran zakat di bidang pendidikan. Ini merupakan bagian integral dari upaya Baznas dalam pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Rizaludin Kurniawan menjelaskan bahwa fokus utama Baznas tetap pada kelompok fakir miskin, khususnya dalam memastikan mereka dapat mengakses pendidikan melalui dana zakat. Baznas tidak hanya membantu siswa agar dapat bersekolah dan mendapatkan akses pendidikan digital yang layak. Lebih dari itu, Baznas juga berupaya memberdayakan para guru.
Pemberdayaan guru dilakukan melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi mereka melalui berbagai program pendampingan. Inilah terobosan yang ingin terus didorong pada usia Baznas yang ke-25. Program CDA menjadi bagian dari upaya tersebut, berfungsi sebagai wadah pengembangan kompetensi guru dalam literasi zakat, peningkatan kesadaran zakat, serta pembelajaran lainnya.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Baznas berharap nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan dapat terus tumbuh subur. Tujuannya adalah melahirkan generasi yang cerdas, beriman, dan memiliki jiwa kepedulian yang tinggi terhadap sesama.
Sumber: AntaraNews